Amerika Latin Hadapi Dua Pandemi Sekaligus, Sama-sama Mematikan

Rabu, 13 Mei 2020 - 00:01 WIB
Nyamuk Aedes aegypti pembawa virus penyebab demam berdarah berada di laboratorium di Campinas, Brasil. Foto/REUTERS/Paulo Whitaker
BOGOTA - Saat virus corona menewaskan ribuan orang dan mendominasi perhatian pemerintah di berbagai negara di Amerika Latin, infeksi virus mematikan lainnya juga terjadi.

Demam berdarah selama ini telah ada di banyak negara Amerika Latin, namun datangnya Covid-19 telah menyedot lebih banyak perhatian dan sumber daya. Sebelumnya, sebagian besar perhatian ditujukan pada wabah demam berdarah.



Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO) memperkirakan 2020 akan terjadi kasus demam berdarah yang tinggi, termasuk korban meninggal dunia. Di penjuru dunia, Covid-19 juga mempengaruhi penanganan penyakit lain dengan berbagai cara.

Di Amerika Latin, wabah demam berdarah dimulai pada akhir 2018 dan masih berlanjut hingga sekarang. “Infeksi demam berdarah di Amerika meningkat hingga 3,1 juta kasus pada 2019, dengan lebih dari 1.500 orang meninggal dunia di Amerika Latin dan Karibia,” papar laporan PAHO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!