AS Dituding Berencana Dominasi Amerika Latin Sepenuhnya

Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:27 WIB
loading...
AS Dituding Berencana...
Pemandangan di ibu kota Kuba. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat telah mendakwa mantan Presiden Raul Castro dengan dalih untuk menyerang Kuba dan akhirnya mendominasi seluruh wilayah tersebut. Pendapat itu diungkap pengacara buruh dan hak asasi manusia Amerika, Daniel Kovalik, kepada RT.

Departemen Kehakiman AS mendakwa Castro dan lima pejabat pada hari Rabu atas konspirasi untuk membunuh warga negara AS dalam insiden penembakan dua pesawat yang membawa aktivis anti-Castro pada tahun 1996 yang dilaporkan melanggar wilayah udara Kuba.

Empat orang tewas dalam insiden tersebut, yang memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara. Havana mengatakan pada saat itu bahwa pesawat-pesawat tersebut terkait dengan Angkatan Udara AS, dan telah berulang kali diperingatkan untuk mengalihkan rute sebelum ditembak.

Berbicara kepada wartawan, Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan dia tidak dapat menjelaskan mengapa Departemen Kehakiman memilih untuk melakukannya "sekarang dibandingkan dua dekade lalu atau 30 tahun lalu" ketika insiden itu terjadi.

Dakwaan tersebut muncul beberapa bulan setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Kuba akan menjadi "target berikutnya" setelah Venezuela menjadi sasaran perubahan rezim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved