Kapal Nelayan Turki Tabrakan dengan Kapal Tanker Yunani di Laut Mediterania

Rabu, 11 November 2020 - 21:06 WIB
Ketegangan antara Turki dan Yunani berkobar di musim panas lalu karena hak prospek lepas pantai untuk minyak dan gas di Laut Mediterania, di perairan selatan pantai Turki dan dekat beberapa pulau Yunani.(Baca juga: Turki Lanjutkan Eksplorasi di Laut Mediterania, Yunani Murka )

NATO mengumumkan pada awal Oktober bahwa mereka telah menyiapkan hotline antara militer kedua negara dengan harapan dapat mengurangi kemungkinan konflik.

"Saya sangat berharap bahwa perselisihan yang mendasari antara kedua sekutu sekarang dapat ditangani murni melalui negosiasi dalam semangat solidaritas sekutu dan hukum internasional," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg, saat itu.

Dalam dua minggu setelah pengumuman NATO, Yunani meminta Uni Eropa (UE) untuk menjatuhkan sanksi pada Turki setelah kapal Turki menuju ke Mediterania timur untuk melakukan survei seismik.(Baca juga: Bela Yunani, Uni Eropa Siap Keroyok Turki dengan Sanksi )

Sementara Kementerian Luar Negeri Yunani menyebut keberangkatan kapal sebagai eskalasi besar dan ancaman langsung terhadap perdamaian, Ankara menyalahkan Athena atas ketegangan yang meningkat.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!