Buntut Guru Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad, 4 Siswa Ditahan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 07:49 WIB
Pembunuhan pada hari Jumat memicu kemarahan di Prancis dan mengundang kecaman dari partai-partai politik dan Presiden Emmanuel Macron, yang menyebut kejahatan itu sebagai "serangan teroris Islam". (Baca: Guru Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad Sebelumnya Difatwa Mati )
Penyerang pernah tinggal di kota Evreux di barat laut Paris. Dia sebelumnya tidak dikenal oleh badan intelijen.
Pada hari Minggu, ribuan demonstran berkumpul di di Place de la Republique dengan mengusung poster bertuliskan; "Tidak untuk totalitarianisme pemikiran”, dan “Saya adalah seorang guru”.
“Anda tidak membuat kami takut. Kami tidak takut. Anda tidak akan memecah belah kami. Kami adalah Prancis!," tulis Perdana Menteri Jean Castex di Twitter. Dia bergabung dengan demonstrasi di Paris.
Serangan hari Jumat adalah yang kedua sejak pengadilan dimulai bulan lalu atas pembantaian di kantor redaksi Charlie Hebdo tahun 2015. Pada bulan lalu, seorang pria melukai dua orang dalam serangan di dekat bekas kantor majalah itu. (Baca juga: Imbas Guru Dipenggal, Prancis Akan Usir 231 Warga Asing Radikal )
Penyerang pernah tinggal di kota Evreux di barat laut Paris. Dia sebelumnya tidak dikenal oleh badan intelijen.
Pada hari Minggu, ribuan demonstran berkumpul di di Place de la Republique dengan mengusung poster bertuliskan; "Tidak untuk totalitarianisme pemikiran”, dan “Saya adalah seorang guru”.
“Anda tidak membuat kami takut. Kami tidak takut. Anda tidak akan memecah belah kami. Kami adalah Prancis!," tulis Perdana Menteri Jean Castex di Twitter. Dia bergabung dengan demonstrasi di Paris.
Serangan hari Jumat adalah yang kedua sejak pengadilan dimulai bulan lalu atas pembantaian di kantor redaksi Charlie Hebdo tahun 2015. Pada bulan lalu, seorang pria melukai dua orang dalam serangan di dekat bekas kantor majalah itu. (Baca juga: Imbas Guru Dipenggal, Prancis Akan Usir 231 Warga Asing Radikal )
Lihat Juga :