Prancis dan Jerman Tuduh Rusia Racuni Navalny

Kamis, 08 Oktober 2020 - 04:34 WIB
Pada hari Selasa, Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), di mana Rusia adalah anggotanya, mengkonfirmasi bahwa Novichok digunakan di Navalny, menegaskan temuan laboratorium Jerman, Prancis dan Swedia.(Baca juga: OPCW Temukan Novichok dalam Sampel Alexei Navalny )

Novichok juga digunakan untuk meracuni mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris pada 2018. Negara-negara Eropa juga menyalahkan keracunan itu pada Moskow, yang juga dibantah Kremlin.

Setelah keracunan Skripal pada 2018, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada kepala dan wakil kepala badan intelijen militer Rusia GRU, serta dua agen yang diduga melakukan serangan senjata kimia tersebut.

Karena masih belum ada tersangka dalam kasus Navalny, para pemimpin Uni Eropa harus menemukan cara untuk menjatuhkan sanksi agar lebih efektif mencegah penggunaan Novichok di masa depan.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!