Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Senin, 20 Juli 2026 - 14:04 WIB
Para pemimpin sekolah telah berulang kali menekankan bahwa robot tersebut tidak dirancang untuk menggantikan guru. Sebaliknya, Sally akan menjawab pertanyaan dengan mendorong siswa untuk memikirkan masalah sendiri daripada hanya memberikan jawaban.
Robot tersebut beroperasi pada sistem AI tertutup dan offline, dan menurut otoritas pendidikan, tidak mengumpulkan informasi pribadi, merekam audio atau video, atau mengirim data siswa kembali ke Realbotix.
"Robot pendidikan Realbotix tidak akan pernah menggantikan guru, staf, atau interaksi manusia yang bermakna. Sebaliknya, robot ini berfungsi sebagai alat pengajaran lain yang dapat digunakan pendidik untuk melibatkan siswa, memperkuat pembelajaran di kelas, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang teknologi yang sedang berkembang. Robot ini akan memberikan data tetapi akan mendorong siswa untuk berpikir sendiri dan menunjukkan pemahaman tentang materi," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.
Terlepas dari jaminan tersebut, inisiatif ini telah menuai kritik daring, dengan beberapa pihak mempertanyakan penggunaan teknologi bertenaga AI di ruang kelas, khususnya di distrik yang melayani komunitas yang kurang beruntung.
Sebagai tanggapan, otoritas pendidikan tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa Sally hanya dimaksudkan sebagai alat bantu di kelas dan bahwa interaksi manusia yang bermakna akan tetap menjadi pusat pengajaran.
Robot tersebut beroperasi pada sistem AI tertutup dan offline, dan menurut otoritas pendidikan, tidak mengumpulkan informasi pribadi, merekam audio atau video, atau mengirim data siswa kembali ke Realbotix.
"Robot pendidikan Realbotix tidak akan pernah menggantikan guru, staf, atau interaksi manusia yang bermakna. Sebaliknya, robot ini berfungsi sebagai alat pengajaran lain yang dapat digunakan pendidik untuk melibatkan siswa, memperkuat pembelajaran di kelas, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang teknologi yang sedang berkembang. Robot ini akan memberikan data tetapi akan mendorong siswa untuk berpikir sendiri dan menunjukkan pemahaman tentang materi," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.
Terlepas dari jaminan tersebut, inisiatif ini telah menuai kritik daring, dengan beberapa pihak mempertanyakan penggunaan teknologi bertenaga AI di ruang kelas, khususnya di distrik yang melayani komunitas yang kurang beruntung.
Sebagai tanggapan, otoritas pendidikan tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa Sally hanya dimaksudkan sebagai alat bantu di kelas dan bahwa interaksi manusia yang bermakna akan tetap menjadi pusat pengajaran.
(mas)
Lihat Juga :