Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA

Senin, 20 Juli 2026 - 14:04 WIB
loading...
Perkenalkan Sally, Robot...
Sally, robot bertenaga AI yang membantu mengajar para siswa SMA di New York, AS. Foto/via The New York Post
A A A
NEW YORK - Otoritas pendidikan di New York bagian barat, Amerika Serikat (AS), akan memperkenalkan robot humanoid bernama Sally ke ruang kelas sekolah menengah atas (SMA) pada musim gugur ini. Robot berparas cantik bertenaga artificial intelligence (AI) tersebut akan membantu mengajar para siswa.

Meski menjadi guru, namun Sally tidak akan menggantikan manusia sebagai pengajar—melainkan hanya akan mendukung peran mereka.

Baca Juga: Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik

Salamanca City Central School District telah bermitra dengan perusahaan robotika yang berbasis di Toronto; Realbotix, untuk menghadirkan robot Sally ke SMA mereka. Otoritas pendidikan tersebut mengatakan bahwa robot Sally akan bekerja sebagai asisten pengajar bersama para pendidik dan platform pembelajaran AI.

Dengan harga sekitar USD57.600, Sally memiliki penampilan yang mirip manusia dengan kulit silikon, rambut cokelat panjang, dan lengan serta tangan yang dapat digerakkan. Meskipun ia dapat memberi isyarat selama pelajaran, ia tidak dapat berjalan karena kakinya tidak bergerak.

Otoritas pendidikan New York tersebut akan menjadi salah satu yang pertama di AS yang memperkenalkan robot humanoid di ruang kelas.

Awalnya, Sally hanya akan bekerja untuk siswa grade 11 dan 12 dalam kelas pemrograman, robotika, dan AI yang merupakan bagian dari kurikulum STEAM Woz Ed, yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Apple; Steve Wozniak.

"Ini menarik tetapi juga sedikit menegangkan. Tidak semua orang terbuka terhadap banyak perubahan dalam pendidikan. Ada suatu masa di mana orang-orang berdebat; 'Mengapa guru membutuhkan akun email?' atau 'Apakah kita benar-benar perlu memiliki internet di sekolah?' Ini adalah iterasi selanjutnya dari itu. Dan kenyataannya, AI sudah ada di sekolah," kata pengawas pendidikan setempat, Dr Mark Beehler, kepada The New York Post, yang dilansir Senin (20/7/2026).

Untuk membuat interaksi terasa lebih alami, otoritas pendidikan tersebut bahkan meminta agar Sally berbicara dengan aksen New York Barat. Para pejabat bercanda bahwa meskipun orang luar mungkin menyadarinya, penduduk setempat menganggapnya cukup netral.

Para pemimpin sekolah telah berulang kali menekankan bahwa robot tersebut tidak dirancang untuk menggantikan guru. Sebaliknya, Sally akan menjawab pertanyaan dengan mendorong siswa untuk memikirkan masalah sendiri daripada hanya memberikan jawaban.

Robot tersebut beroperasi pada sistem AI tertutup dan offline, dan menurut otoritas pendidikan, tidak mengumpulkan informasi pribadi, merekam audio atau video, atau mengirim data siswa kembali ke Realbotix.

"Robot pendidikan Realbotix tidak akan pernah menggantikan guru, staf, atau interaksi manusia yang bermakna. Sebaliknya, robot ini berfungsi sebagai alat pengajaran lain yang dapat digunakan pendidik untuk melibatkan siswa, memperkuat pembelajaran di kelas, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang teknologi yang sedang berkembang. Robot ini akan memberikan data tetapi akan mendorong siswa untuk berpikir sendiri dan menunjukkan pemahaman tentang materi," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.

Terlepas dari jaminan tersebut, inisiatif ini telah menuai kritik daring, dengan beberapa pihak mempertanyakan penggunaan teknologi bertenaga AI di ruang kelas, khususnya di distrik yang melayani komunitas yang kurang beruntung.

Sebagai tanggapan, otoritas pendidikan tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa Sally hanya dimaksudkan sebagai alat bantu di kelas dan bahwa interaksi manusia yang bermakna akan tetap menjadi pusat pengajaran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved