Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Senin, 20 Juli 2026 - 14:04 WIB
Dengan harga sekitar USD57.600, Sally memiliki penampilan yang mirip manusia dengan kulit silikon, rambut cokelat panjang, dan lengan serta tangan yang dapat digerakkan. Meskipun ia dapat memberi isyarat selama pelajaran, ia tidak dapat berjalan karena kakinya tidak bergerak.
Otoritas pendidikan New York tersebut akan menjadi salah satu yang pertama di AS yang memperkenalkan robot humanoid di ruang kelas.
Awalnya, Sally hanya akan bekerja untuk siswa grade 11 dan 12 dalam kelas pemrograman, robotika, dan AI yang merupakan bagian dari kurikulum STEAM Woz Ed, yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Apple; Steve Wozniak.
"Ini menarik tetapi juga sedikit menegangkan. Tidak semua orang terbuka terhadap banyak perubahan dalam pendidikan. Ada suatu masa di mana orang-orang berdebat; 'Mengapa guru membutuhkan akun email?' atau 'Apakah kita benar-benar perlu memiliki internet di sekolah?' Ini adalah iterasi selanjutnya dari itu. Dan kenyataannya, AI sudah ada di sekolah," kata pengawas pendidikan setempat, Dr Mark Beehler, kepada The New York Post, yang dilansir Senin (20/7/2026).
Untuk membuat interaksi terasa lebih alami, otoritas pendidikan tersebut bahkan meminta agar Sally berbicara dengan aksen New York Barat. Para pejabat bercanda bahwa meskipun orang luar mungkin menyadarinya, penduduk setempat menganggapnya cukup netral.
Otoritas pendidikan New York tersebut akan menjadi salah satu yang pertama di AS yang memperkenalkan robot humanoid di ruang kelas.
Awalnya, Sally hanya akan bekerja untuk siswa grade 11 dan 12 dalam kelas pemrograman, robotika, dan AI yang merupakan bagian dari kurikulum STEAM Woz Ed, yang dikembangkan oleh salah satu pendiri Apple; Steve Wozniak.
"Ini menarik tetapi juga sedikit menegangkan. Tidak semua orang terbuka terhadap banyak perubahan dalam pendidikan. Ada suatu masa di mana orang-orang berdebat; 'Mengapa guru membutuhkan akun email?' atau 'Apakah kita benar-benar perlu memiliki internet di sekolah?' Ini adalah iterasi selanjutnya dari itu. Dan kenyataannya, AI sudah ada di sekolah," kata pengawas pendidikan setempat, Dr Mark Beehler, kepada The New York Post, yang dilansir Senin (20/7/2026).
Untuk membuat interaksi terasa lebih alami, otoritas pendidikan tersebut bahkan meminta agar Sally berbicara dengan aksen New York Barat. Para pejabat bercanda bahwa meskipun orang luar mungkin menyadarinya, penduduk setempat menganggapnya cukup netral.
Lihat Juga :