China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:19 WIB
Ia juga mengidentifikasi sejumlah pelabuhan lain yang berpotensi memiliki fungsi ganda sipil dan militer, termasuk Walvis Bay di Namibia, Tin Can Island di Nigeria, Nacala di Mozambik, serta Victoria di Seychelles.
Keterlibatan China di sektor pelabuhan Afrika juga diperumit oleh persoalan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur atau illegal, unreported and unregulated fishing (IUU Fishing).
Menurut IUU Fishing Risk Index, armada penangkapan ikan jarak jauh China yang merupakan terbesar di dunia juga menjadi pelaku utama penangkapan ikan ilegal secara global.
Akibat aktivitas tersebut, Afrika Barat diperkirakan kehilangan hingga USD9,4 miliar setiap tahun akibat praktik penangkapan ikan ilegal dan eksploitasi berlebihan.
Selain investasi fisik, Beijing juga mendorong negara-negara mitra untuk mengadopsi standar operasional, model pembangunan, dan praktik ekonomi ala China.
Salah satu contohnya adalah model pembangunan "port-park-city" yang dipromosikan oleh China Merchants Group dan telah diterapkan di Djibouti, Mesir, Maroko, Nigeria, Tanzania, dan Togo.
Model tersebut menggabungkan pembangunan pelabuhan, kawasan industri, dan kota baru melalui pembiayaan negara dan skema pinjaman yang fleksibel.
Meski demikian, Nantulya menilai keberhasilan model tersebut di luar China belum tentu dapat direplikasi sepenuhnya.
"Meniru model ini di luar China tetap sulit karena adanya perbedaan struktur ekonomi, tingkat keterlibatan negara dalam perekonomian, dan rantai pasok," pungkasnya.
Model Port-Park-City
Keterlibatan China di sektor pelabuhan Afrika juga diperumit oleh persoalan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur atau illegal, unreported and unregulated fishing (IUU Fishing).
Menurut IUU Fishing Risk Index, armada penangkapan ikan jarak jauh China yang merupakan terbesar di dunia juga menjadi pelaku utama penangkapan ikan ilegal secara global.
Akibat aktivitas tersebut, Afrika Barat diperkirakan kehilangan hingga USD9,4 miliar setiap tahun akibat praktik penangkapan ikan ilegal dan eksploitasi berlebihan.
Selain investasi fisik, Beijing juga mendorong negara-negara mitra untuk mengadopsi standar operasional, model pembangunan, dan praktik ekonomi ala China.
Salah satu contohnya adalah model pembangunan "port-park-city" yang dipromosikan oleh China Merchants Group dan telah diterapkan di Djibouti, Mesir, Maroko, Nigeria, Tanzania, dan Togo.
Model tersebut menggabungkan pembangunan pelabuhan, kawasan industri, dan kota baru melalui pembiayaan negara dan skema pinjaman yang fleksibel.
Meski demikian, Nantulya menilai keberhasilan model tersebut di luar China belum tentu dapat direplikasi sepenuhnya.
"Meniru model ini di luar China tetap sulit karena adanya perbedaan struktur ekonomi, tingkat keterlibatan negara dalam perekonomian, dan rantai pasok," pungkasnya.
(mas)
Lihat Juga :