Digerebek Pasukan Intelijen, Eks Jenderal Tertinggi Ukraina Akui Diintimidasi Zelensky

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:55 WIB
Masih menurut laporan AP, mantan jenderal tersebut berpendapat bahwa kelompok penyerang harus dikonsentrasikan menjadi "satu kepalan tangan" dan maju menuju Laut Azov. Sebaliknya, Zelensky, yang posisinya tampaknya lebih unggul, menginginkan pasukan Ukraina tersebar di wilayah yang lebih luas.

Operasi perlawanan Kyiv saat itu terbukti gagal total, dengan sedikit keuntungan teritorial yang diperoleh dibandingkan dengan banyaknya korban jiwa di pihak militer Ukraina.

Masa jabatan presiden Zelensky semestinya berakhir pada Mei 2024, tetapi dia menolak untuk mengadakan pemilu baru dengan alasan darurat militer. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mendesaknya untuk mengadakan pemilu.

Popularitas Zelensky yang sudah menurun baru-baru ini terpukul oleh skandal korupsi besar-besaran di sektor energi Ukraina yang melibatkan beberapa rekan dekatnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!