Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:20 WIB
loading...
Analis Israel: Netanyahu...
Para analis Israel sebut PM Benjamin Netanyahu arsitek kegagalan dan pembohong yang dipermalukan Presiden Donald Trump dalam kesepakatan AS dan Iran. Foto/Ammon News
A A A
TEL AVIV - Para analis Israel mengkritik keras Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, menggambarkannya sebagai pemimpin gagal dan pembohong. Mereka berpendapat bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mempermalukan Netanyahu dengan mengecualikannya dari kesepakatan Amerika dengan Iran untuk mengakhiri perang.

Pada Senin malam, Netanyahu mengakui bahwa dia tidak mengetahui detail nota kesepahaman (MoU) yang dicapai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca Juga: Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik

Netanyahu mengeklaim telah menyelamatkan warga Israel dari "kehancuran nuklir" dengan melancarkan perang melawan Iran dan mengakui perbedaan pendapat dengan Trump. Menurutnya, perbedaan pendapat seperti itu "ada di keluarga terbaik sekalipun."

Sementara Trump mengatakan pada hari Senin bahwa AS dan Iran telah menandatangani perjanjian tersebut dan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya pada hari Jumat. Teheran hanya mengatakan bahwa nota kesepahaman tersebut dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni.

Para analis mengatakan bahwa penandatanganan elektronik sebelumnya dari kesepakatan tersebut tampaknya telah memungkinkan gencatan senjata sementara segera dan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran, sementara upacara hari Jumat diharapkan akan meresmikan perjanjian tersebut dan memulai periode negosiasi teknis selama 60 hari.

"Arsitek Kegagalan"


Kolumnis Haaretz, Yossi Verter, melancarkan serangan pedas terhadap Netanyahu dalam sebuah artikel yang menyatakan: “Tanpa malu, arsitek kegagalan mengeklaim telah menyelamatkan Israel dari kematian massal. Itu adalah kebohongan lain di antara banyak kebohongan lainnya.”

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berada di puncak apa yang oleh para ahli objektif akan didefinisikan sebagai kegagalan strategis kolosal bagi Negara Israel dan yang bisa dia katakan kepada warganya hanyalah: ‘Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, selama saya menjadi perdana menteri’,” tulisnya.

"Netanyahu telah mengatakan itu selama 30 tahun. Namun dalam waktu bersamaan, pada konferensi persnya pada hari Senin, Netanyahu mengklaim Israel hampir saja mengalami ‘kematian massal’—sebuah bencana yang konon telah dia cegah,” imbuh dia.

Tel Aviv dan Washington menuduh Teheran mengejar senjata nuklir yang mengancam Israel dan sekutu AS di kawasan tersebut. Namun, Iran mempertahankan bahwa program nuklirnya sepenuhnya damai, mengatakan bahwa mereka tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir dan bersikeras bahwa mereka tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain.

Israel, yang menduduki wilayah Palestina serta tanah di Lebanon dan Suriah, secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, meskipun belum pernah secara resmi mengakui memilikinya dan tidak tunduk pada pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Verter mengatakan bahwa sesumbar Netanyahu sebelumnya tentang "pencapaian bersejarah selama beberapa generasi" dan klaim bahwa proyek nuklir Iran telah ditunda selama beberapa dekade "tampaknya telah lenyap dalam kabut pahit yang menyelimuti Israel."

"Hilang juga tujuan-tujuan mulia yang menyertai setiap konfrontasi dengan Iran: menggulingkan rezim, atau setidaknya menciptakan kondisi untuk kejatuhannya; menghilangkan ancaman nuklir dan [rudal] balistik; memutuskan hubungan Teheran dengan organisasi proksinya," imbuh dia.

"Netanyahu tidak tahu apa isi nota kesepahaman yang ditandatangani secara digital oleh AS dan Iran di belakangnya. Orang Iran tahu. Orang Pakistan tahu. Mungkin orang Qatar juga tahu. Netanyahu, tampaknya, tidak tahu,” kata kolumnis tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved