Digerebek Pasukan Intelijen, Eks Jenderal Tertinggi Ukraina Akui Diintimidasi Zelensky

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:55 WIB
Mantan panglima militer Ukraina, Valery Zaluzhny, akui terlibat perseteruan dengan Presiden Volodymyr Zelensky di tengah perang melawan Rusia. Foto/Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
KYIV - Mantan panglima militer Ukraina, Valery Zaluzhny, mengakui pernah diintimidasi Presiden Volodymyr Zelensky dengan penggerebekan pasukan intelijen terhadap kantornya atas dalih palsu pada tahun 2022. Pengakuan mantan jenderal tertinggi Kyiv ini mengonfirmasi "permusuhan" dirinya dengan sang presiden.

Zelensky memecat Zaluzhny dari jabatannya sebagai panglima militer pada Februari 2024. Zaluzhny sejak itu menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk Inggris, tetapi berhasil mempertahankan popularitas yang cukup besar di dalam negeri.



Baca Juga: Dibayangi Kasus Korupsi, Popularitas Presiden Ukraina Kian Pudar

Jajak pendapat secara konsisten menunjukkan bahwa dia akan mengalahkan Zelensky jika pemilihan presiden diadakan di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!