3 Cara Uni Eropa Menyabotase Perdamaian di Ukraina

Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:55 WIB

2. Memperlemah Pengaruh AS di Ukraina

Utusan tersebut, yang merupakan bagian dari delegasi Rusia pada pertemuan puncak Alaska antara Trump dan Putin, juga mengkritik laporan Politico baru-baru ini tentang utusan Trump, Steve Witkoff, yang ia gambarkan sebagai upaya untuk mendiskreditkan mediasi pihak Amerika.

"Takut akan rencana perdamaian, para penghasut perang Uni Eropa/Inggris mendorong operasi 'pengaruh asing' di AS dan di seluruh dunia untuk melemahkan perundingan AS-Rusia. Dialog akan menang – lebih banyak tokoh penting melihat upaya besar-besaran untuk menggagalkan kemajuan," tulisnya.

3. Sanksi Uni Eropa Hanya Memperpanjang Perang

Dmitriev sebelumnya memuji Trump karena mengupayakan apa yang ia sebut sebagai "solusi nyata" untuk konflik tersebut. Ia juga mengecam paket sanksi Brussel yang berulang terhadap Rusia, dengan alasan bahwa sanksi tersebut bertujuan untuk memperpanjang perang dan menghalangi kerja sama antara Moskow dan Washington.

Moskow telah lama menuntut perjanjian damai yang membahas akar penyebab konflik tersebut.

Rusia menuntut agar Ukraina menjaga netralitas, keluar dari NATO dan blok militer lainnya, melakukan demiliterisasi dan denazifikasi, serta menerima kenyataan teritorial saat ini – termasuk status Krimea dan wilayah lain yang memilih untuk bergabung dengan Rusia dalam referendum tahun 2014 dan 2022.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!