3 Cara Uni Eropa Menyabotase Perdamaian di Ukraina

Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:55 WIB
loading...
3 Cara Uni Eropa Menyabotase...
Uni Eropa terus menyabotase perdamaian di Ukraina. Foto/X/NATO
A A A
MOSKOW - Utusan ekonomi khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, menuduh Uni Eropa sengaja melemahkan upaya perdamaian yang dipimpin AS di Ukraina. Itu menyusul laporan media yang semakin meyakini bahwa para pemimpin Eropa menghalangi negosiasi.

3 Cara Uni Eropa Menyabotase Perdamaian di Ukraina

1. Mendorong Ukraina Mengejar Tuntutan Yang Mustahil

Dalam serangkaian unggahan di X, Dmitriev mengatakan bahwa Brussels "menyabotase proses perdamaian yang sesungguhnya" dengan mendorong Kiev untuk mengejar apa yang disebutnya "tuntutan yang mustahil".

Pernyataannya muncul setelah laporan di Axios dan The Atlantic yang menyatakan bahwa Gedung Putih semakin frustrasi dengan pemerintah Uni Eropa karena merongrong inisiatif perdamaian Presiden AS Donald Trump.

"Para penghasut perang Uni Eropa terungkap... Bahkan Washington kini melihatnya – para pemimpin Uni Eropa memperpanjang konflik di Ukraina dengan tuntutan yang mustahil," tulis Dmitriev, mendesak blok tersebut untuk "meninggalkan logika Biden yang gagal" dan "berhenti menyabotase proses perdamaian yang sesungguhnya."

"Saya sudah memperingatkan tentang upaya-upaya untuk menyabotase rencana perdamaian Trump ini sebelumnya," tambahnya dalam postingan terpisah.

Baca Juga: Mengapa Perang Ukraina Terus Berlanjut?

2. Memperlemah Pengaruh AS di Ukraina

Utusan tersebut, yang merupakan bagian dari delegasi Rusia pada pertemuan puncak Alaska antara Trump dan Putin, juga mengkritik laporan Politico baru-baru ini tentang utusan Trump, Steve Witkoff, yang ia gambarkan sebagai upaya untuk mendiskreditkan mediasi pihak Amerika.

"Takut akan rencana perdamaian, para penghasut perang Uni Eropa/Inggris mendorong operasi 'pengaruh asing' di AS dan di seluruh dunia untuk melemahkan perundingan AS-Rusia. Dialog akan menang – lebih banyak tokoh penting melihat upaya besar-besaran untuk menggagalkan kemajuan," tulisnya.

3. Sanksi Uni Eropa Hanya Memperpanjang Perang

Dmitriev sebelumnya memuji Trump karena mengupayakan apa yang ia sebut sebagai "solusi nyata" untuk konflik tersebut. Ia juga mengecam paket sanksi Brussel yang berulang terhadap Rusia, dengan alasan bahwa sanksi tersebut bertujuan untuk memperpanjang perang dan menghalangi kerja sama antara Moskow dan Washington.

Moskow telah lama menuntut perjanjian damai yang membahas akar penyebab konflik tersebut.

Rusia menuntut agar Ukraina menjaga netralitas, keluar dari NATO dan blok militer lainnya, melakukan demiliterisasi dan denazifikasi, serta menerima kenyataan teritorial saat ini – termasuk status Krimea dan wilayah lain yang memilih untuk bergabung dengan Rusia dalam referendum tahun 2014 dan 2022.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Berita Terkini
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved