Profil Nawaf Salam, PM Baru Lebanon yang Ingin Melucuti Senjata Hizbullah

Selasa, 14 Januari 2025 - 18:15 WIB
Nawaf Salam ditunjuk sebagai PM baru Lebanon. Foto/X/@GlobeEyeNews
BEIRUT - Nawaf Salam, presiden Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, telah ditunjuk sebagai perdana menteri baru Lebanon .

Dua pertiga dari 128 anggota parlemen mencalonkan hakim berusia 71 tahun itu untuk jabatan tersebut - yang diperuntukkan bagi seorang Muslim Sunni di bawah sistem pembagian kekuasaan sektarian - selama konsultasi dengan Presiden Joseph Aoun yang baru terpilih. PM sementara Najib Mikati memperoleh sembilan suara.



Profil Nawaf Salam, PM Baru Lebanon yang Ingin Melucuti Senjata Hizbullah

1. Dikenal sebagai Musuh Hizbullah

Melansir BBC, Kepresidenan mengatakan Salam akan kembali ke Lebanon pada hari Selasa. Pengangkatannya merupakan pukulan lain bagi Hizbullah, yang telah berupaya mengangkat kembali Mikati tetapi akhirnya tidak mencalonkan satu pun kandidat. Milisi dan partai politik Muslim Syiah yang didukung Iran telah dilemahkan secara signifikan oleh perang baru-baru ini dengan Israel.

Anggota parlemen senior Hizbullah Mohammed Raad menuduh lawan-lawannya bekerja untuk memecah belah dan mengucilkan.

Ia mengeluh bahwa kelompoknya telah "mengulurkan tangan" dengan mendukung pemilihan Aoun hanya untuk mendapati "luka di tangan", dan memperingatkan bahwa "pemerintah mana pun yang berselisih dengan koeksistensi tidak memiliki legitimasi apa pun".

Namun, sekutu Hizbullah yang beragama Kristen dan Sunni mendukung Salam.

Baca Juga: Konspirasi Menghantui Bencana pada Awal 2025
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!