6 Negara Afrika yang Mengusir Tentara Prancis

Senin, 06 Januari 2025 - 04:40 WIB
Makin banyak negara Afrika mengusir tentara Prancis. Foto/X/@Silboyofficiell
PARIS - Enam negara Afrika – Mali, Burkina Faso, Niger, Chad, Senegal, dan Pantai Gading – telah memutuskan hubungan militer dengan Prancis. Itu merupakan tonggak sejarah bagi Afrika untuk melepaskan diri dari jerat kolonialisme Prancis.

Prancis semakin tergeser dengan pengaruh Rusia dan China yang semakin kuat menanamkan kedigdayaannya di negara-negara Afrika.



6 Negara Afrika yang Mengusir Tentara Prancis

1. Mali

Melansir Al Jazeera, pada Agustus 2020, sekelompok tentara dari Angkatan Bersenjata Mali memberontak dan merebut kekuasaan dari pemerintah sipil di Bamako, dengan alasan ketidakmampuannya untuk menghentikan meningkatnya tingkat kekerasan.

Setelah Prancis mengecam kudeta tersebut, pemerintah militer memainkan narasi populis dan menyalahkan Prancis karena mencampuri pengambilan keputusan negara tersebut. Ratusan orang turun ke jalan, memuji militer dan menyerukan agar Prancis hengkang. Kudeta tersebut memicu serangkaian pengambilalihan di Burkina Faso, Niger, Guinea, dan Gabon.

Pada Juni 2021, Macron mengumumkan pasukan Prancis akan meninggalkan Sahel secara bertahap. Pada Desember 2023, penarikan pasukan tersebut tuntas. Mali sejak itu memperkuat hubungan dengan Rusia, dan tentara bayaran Rusia saat ini beroperasi di wilayah tersebut. Konflik terus berlanjut – lebih dari 5.000 orang tewas di seluruh Sahel pada paruh pertama tahun 2024, dan jutaan orang masih mengungsi, menurut pelacak konflik, ACLED.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!