Netanyahu Dihujat saat Kunjungi Majdal Shams: Pembunuh! Hengkanglah Penjahat Perang!
Selasa, 30 Juli 2024 - 14:02 WIB
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, kementerian tersebut mengatakan: "Sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan situasi di wilayah kami dan memperluas lingkaran agresinya terhadap wilayah tersebut, entitas pendudukan Israel melakukan kejahatan keji kemarin di kota Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan Suriah, yang diduduki sejak tahun 1967, dan kemudian menyalahkan Perlawanan Nasional Lebanon atas kejahatannya."
"Rakyat kami di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, yang telah menolak selama beberapa dekade pendudukan Israel untuk melepaskan identitas Arab Suriah mereka, tidak akan tertipu oleh kebohongan dan tuduhan palsu pendudukan terhadap perlawanan nasional Lebanon," imbuh kementerian tersebut.
Setidaknya 24 orang dari wilayah yang dianeksasi Israel telah tewas sejak itu, dengan lebih dari 100 warga sipil Lebanon tewas, bersama dengan lebih dari 300 milisi Hizbullah.
Di Israel, 10 warga sipil, seorang pekerja pertanian asing, dan 20 tentara tewas.
Ribuan pelayat berkumpul di kota yang mayoritas penduduknya Druze untuk memakamkan anak-anak muda tersebut pada hari Minggu dan Senin.
Pria-pria berpakaian hitam dan mengenakan topi putih dengan hiasan merah membawa peti mati yang ditutupi kain putih, anak laki-laki secara simbolis membawa bola di atas kepala mereka, dan wanita-wanita menangis sambil memeluk anak-anak.
"Sudah cukup. Kami berharap perang akan berakhir. Cukup sudah tragedi dan pertumpahan darah ini," kata seorang wanita kepada AFP.
"Rakyat kami di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, yang telah menolak selama beberapa dekade pendudukan Israel untuk melepaskan identitas Arab Suriah mereka, tidak akan tertipu oleh kebohongan dan tuduhan palsu pendudukan terhadap perlawanan nasional Lebanon," imbuh kementerian tersebut.
Setidaknya 24 orang dari wilayah yang dianeksasi Israel telah tewas sejak itu, dengan lebih dari 100 warga sipil Lebanon tewas, bersama dengan lebih dari 300 milisi Hizbullah.
Di Israel, 10 warga sipil, seorang pekerja pertanian asing, dan 20 tentara tewas.
Ribuan pelayat berkumpul di kota yang mayoritas penduduknya Druze untuk memakamkan anak-anak muda tersebut pada hari Minggu dan Senin.
Pria-pria berpakaian hitam dan mengenakan topi putih dengan hiasan merah membawa peti mati yang ditutupi kain putih, anak laki-laki secara simbolis membawa bola di atas kepala mereka, dan wanita-wanita menangis sambil memeluk anak-anak.
"Sudah cukup. Kami berharap perang akan berakhir. Cukup sudah tragedi dan pertumpahan darah ini," kata seorang wanita kepada AFP.
(mas)
Lihat Juga :