Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza

Senin, 29 Juni 2026 - 14:40 WIB
loading...
Israel Akui Genosida...
Israel akui genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman pada era Perang Dunia I. Namun, langkah Israel ini dikecam karena militernya sendiri melakukan genosida di Gaza. Foto/i24NEWS/Ben Freedman Collins
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel pada hari Minggu menyetujui proposal di Knesset (Parlemen) untuk mengakui genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman, langkah yang merupakan teguran nyata kepada Turki di tengah memburuknya hubungan mereka.

Pakar dan para komentator di media sosial mengecam langkah rezim Zionis tersebut sebagai ironis, mengingat para ahli PBB dan kelompok hak asasi manusia (HAM) terkemuka telah menetapkan bahwa Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Baca Juga: Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?

Langkah rezim Zionis ini terjadi setelah proposal diajukan pekan lalu oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar, yang bertujuan untuk secara resmi mengakui genosida Armenia dan mengutuk setiap upaya untuk meminimalkan atau menyangkalnya.

Meskipun keputusan tersebut masih memerlukan ratifikasi oleh Knesset Israel, Sa’ar telah memujinya. “Tidak pernah terlambat untuk melakukan hal yang benar,” tulis Sa’ar di X.

“Saya berterima kasih kepada (Perdana Menteri) PM Israel (Benjamin) Netanyahu atas dukungannya, dan para menteri pemerintah atas persetujuan bulat mereka terhadap resolusi yang saya ajukan untuk pengakuan Israel atas Genosida Armenia. Dengan demikian, Israel bergabung dengan 32 negara yang telah memenuhi kewajiban moral dengan mengakui kebenaran sejarah dan menolak upaya untuk menyangkalnya,” imbuh dia.

Genosida Armenia, yang merujuk pada pembunuhan dan penargetan orang Kristen Armenia oleh orang-orang yang tinggal di Kekaisaran Ottoman dari tahun 1915 hingga 1916, tidak diakui secara resmi oleh beberapa negara, termasuk Turki, Pakistan, dan Azerbaijan.

Turki menyatakan bahwa orang Armenia dan Turki meninggal akibat Perang Dunia I, menyangkal tuduhan dan menyebutkan jumlah korban tewas ratusan ribu, bukan 1,5 juta seperti yang sering dikutip banyak pihak.

Turki terus menolak seruan untuk secara resmi mengakuinya sebagai genosida.

Eldar Mamedov, seorang pakar kebijakan luar negeri yang berbasis di Brussels dan bertugas di Pugwash Council on Science and World Affairs, menggambarkan pengakuan Israel atas genosida Armenia sebagai "langkah oportunistik sinis yang dirancang untuk meningkatkan ketegangan dengan Turki."

"Israel semakin membingkai Turki sebagai 'ancaman yang muncul' (menurut pemimpin oposisi Naftali Bennett) dan hambatan strategis bagi rencana Israel untuk membangun hegemoni regional di Timur Tengah," kata Mamedov kepada The New Arab, Senin (29/6/2026).

"Para pejabat dan pakar Israel dan pro-Israel, seperti Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang berbasis di Washington, semakin menargetkan Turki menggunakan taktik yang sama yang mereka terapkan pada Iran selama beberapa dekade: melebih-lebihkan 'Islamisme'-nya; menggambarkan Turki sebagai pemimpin dari apa yang disebut 'poros Sunni' baru yang konon juga terdiri dari Hamas, rezim Suriah baru, Qatar, dan Ikhwanul Muslimin transnasional; menggambarkan kebijakan domestik Turki sebagai kemunduran dari demokrasi, dan lain-lain," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved