Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Senin, 29 Juni 2026 - 06:57 WIB
loading...
Jet tempur F-16 AS berkeliaran di Timur Tengah pada 26 Juni ketika Amerika kembali menyerang Iran. Teheran tuduh Washington mengingkari perjanjian damai. Foto/X @CENTCOM
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mengingkari janji sudah menjadi sifat dasar Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan pada hari Minggu, menyusul serangan baru Amerika terhadap infrastruktur pesisir Republik Islam tersebut.
Iran dan AS saling melancarkan serangan sejak hari Jumat, menandai pecahnya konflik untuk pertama kalinya sejak kedua pihak menandatangani kesepakatan perdamaian sementara pada 17 Juni. Saling serang berlanjut hingga Minggu pagi.
Baca Juga: AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Baik Teheran maupun Washington saling menuduh satu sama lain sebagai pihak yang melanggar kesepakatan tersebut.
“Sifat dasar musuh agresor adalah melanggar perjanjian dan mengingkari janji,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip Fars News Agency, Senin (29/6/2026).
"AS menyerang fasilitas Iran pada Minggu pagi dengan menggunakan dalih konfrontasi Angkatan Laut IRGC dengan kapal yang melanggar aturan,” imbuh IRGC.
Sebagai respons, kata IRGC, pasukan Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke pangkalan AS di kawasan Teluk pada Minggu pagi. Serangan itu menghancurkan delapan instalasi militer di pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait dan markas besar Angkatan Laut Armada Kelima di Bahrain.
Iran dan AS saling melancarkan serangan sejak hari Jumat, menandai pecahnya konflik untuk pertama kalinya sejak kedua pihak menandatangani kesepakatan perdamaian sementara pada 17 Juni. Saling serang berlanjut hingga Minggu pagi.
Baca Juga: AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Baik Teheran maupun Washington saling menuduh satu sama lain sebagai pihak yang melanggar kesepakatan tersebut.
“Sifat dasar musuh agresor adalah melanggar perjanjian dan mengingkari janji,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip Fars News Agency, Senin (29/6/2026).
"AS menyerang fasilitas Iran pada Minggu pagi dengan menggunakan dalih konfrontasi Angkatan Laut IRGC dengan kapal yang melanggar aturan,” imbuh IRGC.
Sebagai respons, kata IRGC, pasukan Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke pangkalan AS di kawasan Teluk pada Minggu pagi. Serangan itu menghancurkan delapan instalasi militer di pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait dan markas besar Angkatan Laut Armada Kelima di Bahrain.
Lihat Juga :