Pemimpin Kristen Ortodoks Ukraina Jadi Tahanan Rumah

Minggu, 02 April 2023 - 07:21 WIB
“Mereka mencuci otak orang-orang dengan dukungan Rusia, dan mereka sangat berbahaya bagi Ukraina,” kata Senia Kravchuk, pengembang perangkat lunak berusia 38 tahun dari Kiev.

“Mereka menyanyikan lagu-lagu untuk mendukung Rusia, dan itu mengerikan, di sini, di pusat Kiev,” imbuhnya.

Siswa seminari tahun ketiga David (21) tidak setuju. Mengenakan jubah pendeta dan dengan bendera Ukraina disampirkan di bahunya, dia bersikeras bahwa para pendeta dan penduduk Lavra sama sekali tidak pro-Rusia. Negara, katanya, berusaha mengusir ratusan orang dari Lavra tanpa perintah pengadilan.

"Lihat saya. Saya mengenakan pakaian pendeta, dengan bendera Ukraina dan salib di leher saya. Bisakah Anda mengatakan bahwa saya pro-Rusia?” kata David, yang menolak menyebutkan nama belakangnya karena ketegangan seputar masalah tersebut.

“Para pendeta saat ini sedang menyanyikan himne Ukraina, dan mereka disebut pro-Rusia. Bisakah kamu mempercayainya?” tukasnya.

Baca Juga: Ukraina Pesan 100 Kendaraan Lapis Baja dari Polandia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!