Dukung Pemilu Separatis Ukraina, Rusia Disentil AS

Rabu, 29 Oktober 2014 - 17:25 WIB
Dukung Pemilu Separatis...
Dukung Pemilu Separatis Ukraina, Rusia Disentil AS
A A A
OTTAWA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan Rusia karena mendukung Pemilu di Ukraina timur yang digelar para separatis Ukraina pro-Moskow.

“Amerika Serikat, bersama dengan sisa dari masyarakat internasional, tidak akan mengenal Pemilu separatis, kecuali mereka masuk dalam kerangka hukum khusus yang disahkan oleh parlemen Ukraina dan ditandatangani oleh Presiden (Petro) Poroshenko,” kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, dalam konferensi pers yang digelar di Ottawa, Kanada.

“Kami terus mendukung Ukraina dalam upaya untuk mempromosikan reformasi, memerangi korupsi, mengejar resolusi damai untuk konflik di wilayah timur, dan pada akhirnya untuk mengakhiri pendudukan (Rusia) di Crimea,” lanjut Kerry, seperti dikutip IB Times, Rabu (29/10/2014).

Ukraina sendiri telah menggelar Pemilu parlemen pada hari Minggu lalu. Namun, Pemilu itu tidak meliputi wilayah Ukraina timur yang masih dikuasai kelompok separatis Ukraina pro-Moksow.

Hasil Pemilu parlemen Ukraina telah dimenangkan partai pro-negara-negara Barat yang dipimpin Poroshenko. Hasil resmi Pemilu itu akan diumumkan pada Kamis besok.

Setelah Ukraina yang berpusat di Kiev menggelar Pemilu parlemen pada hari Minggu lalu, Republik Donetsk dan Luhansk mengumumkan untuk menggelar Pemilu guna memilih pemimpin wilayah Ukraina timur.

Peringatan Kerry terhadap Rusia itu sejatinya merespons pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov pada Selasa kemarin. Lavrov mengatakan, bahwa Rusia akan mengakui hasil Pemilu yang digelar separatis Ukraina.

"Kami berharap Pemilu akan berlangsung sesuai yang disepakati, dan kita tentu akan mengakui hasilnya,” kata Lavrov mengacu pada rencana Pemilu di Donetsk dan Luhansk.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
46 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved