Empat Tersangka Perajam Wanita Pakistan Ditangkap
Jum'at, 30 Mei 2014 - 23:16 WIB
Empat Tersangka Perajam Wanita Pakistan Ditangkap
A
A
A
LAHORE - Polisi Pakistan telah menangkap empat orang yang merajam wanita hamil di luar pengadilan tinggi Lahore hingga tewas. Demikian keterangan seorang perwira polisi senior Pakistan, Jumat (30/5/2014).
Farzana Iqbal Parveen, 25, tewas pada Selasa lalu, setelah keluarga dan mantan tunangannya melempari batu. Tindakan itu terjadi, karena Farzana memilih menikah dengan pria pilihannya sendiri dan menolak pria yang ditunangkan oleh keluarganya.
Namun, motif baru terungkap, ketika suaminya, Mohamad Iqbal menyatakan bahwa keluarga istrinya menuntut “uang kehormatan” senilai £1.000 atau sekitar Rp19 juta. Jika tidak dipenuhi, keluarga itu tidak akan membiarkan istrinya hidup. Dia sendiri tidak berdaya dan “dipaksa” menonton ketika istrinya dilempari batu hingga tewas di luar pengadilan tinggi di Pakistan.
Petugas polisi menangkap empat tersangka, setelah Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif menuntut pengusutan kasus itu. ”Tim investigasi khusus yang dibentuk oleh polisi atas petunjuk perdana menteri telah menangkap empat orang termasuk seorang paman dan dua sepupu korban serta seorang sopir pada Kamis malam,” kata pejabat polisi senior Pakistan, Zulfiqar Hameed kepada AFP.
Suami korban, Mohamad Iqbal sendiri saat kejadian tidak berdaya untuk menolong istrinya. Dia berteriak keras, ketika istrinya dilempari batu oleh keluarganya sendiri. Kejadian itu berlangsung ketika pasangan itu hendak mendaftarkan penikahan mereka.
”Salah satu kerabat saya ditelanjangi. (Saya) mencoba mendapatkan perhatian polisi, tetapi mereka tidak campur tangan,” keluh Mohamad yang masih dirundung duka.
”Mereka menyaksikan Farzana dibunuh dan tidak melakukan apa pun.Saya mencoba untuk menyelamatkan hidup istri saya, tapi saya gagal,” kata Mohamad lagi.
Farzana Iqbal Parveen, 25, tewas pada Selasa lalu, setelah keluarga dan mantan tunangannya melempari batu. Tindakan itu terjadi, karena Farzana memilih menikah dengan pria pilihannya sendiri dan menolak pria yang ditunangkan oleh keluarganya.
Namun, motif baru terungkap, ketika suaminya, Mohamad Iqbal menyatakan bahwa keluarga istrinya menuntut “uang kehormatan” senilai £1.000 atau sekitar Rp19 juta. Jika tidak dipenuhi, keluarga itu tidak akan membiarkan istrinya hidup. Dia sendiri tidak berdaya dan “dipaksa” menonton ketika istrinya dilempari batu hingga tewas di luar pengadilan tinggi di Pakistan.
Petugas polisi menangkap empat tersangka, setelah Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif menuntut pengusutan kasus itu. ”Tim investigasi khusus yang dibentuk oleh polisi atas petunjuk perdana menteri telah menangkap empat orang termasuk seorang paman dan dua sepupu korban serta seorang sopir pada Kamis malam,” kata pejabat polisi senior Pakistan, Zulfiqar Hameed kepada AFP.
Suami korban, Mohamad Iqbal sendiri saat kejadian tidak berdaya untuk menolong istrinya. Dia berteriak keras, ketika istrinya dilempari batu oleh keluarganya sendiri. Kejadian itu berlangsung ketika pasangan itu hendak mendaftarkan penikahan mereka.
”Salah satu kerabat saya ditelanjangi. (Saya) mencoba mendapatkan perhatian polisi, tetapi mereka tidak campur tangan,” keluh Mohamad yang masih dirundung duka.
”Mereka menyaksikan Farzana dibunuh dan tidak melakukan apa pun.Saya mencoba untuk menyelamatkan hidup istri saya, tapi saya gagal,” kata Mohamad lagi.
(mas)