Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang

Rabu, 21 Mei 2025 - 20:10 WIB
loading...
Gagal di Medan Perang,...
Pakistan tuding India dalangi serangan teror. Foto/Dawn
A A A
ISLAMABAD - Pasukan keamanan Pakistan menolak apa yang mereka gambarkan sebagai tuduhan "tidak berdasar dan menyesatkan" terkait insiden tragis di wilayah Mir Ali, Waziristan Utara, yang menewaskan lima warga sipil.

Sayap media militer mengatakan bahwa "investigasi menyeluruh" telah diluncurkan segera setelah serangan tersebut. Menurut temuan awal, insiden itu "diatur dan dilaksanakan oleh Tehreek-e-Taliban (TTP) yang disponsori India yang juga dikenal sebagai Fitna Al Khwarij," kelompok militan terlarang yang telah disalahkan atas serangan-serangan sebelumnya di distrik-distrik suku.

"Elemen-elemen ini, yang bertindak atas perintah tuan mereka di India, telah lama menggunakan penduduk sipil dan daerah pemukiman sebagai tameng untuk melakukan aksi-aksi terorisme," bunyi pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa taktik itu ditujukan untuk menciptakan jurang pemisah antara masyarakat lokal dan angkatan bersenjata, dilansir Samaa TV.

Pasukan keamanan menegaskan bahwa upaya-upaya seperti itu untuk menjelekkan peran mereka tidak akan berhasil mengalihkan perhatian dari pelaku sebenarnya.

"Pasukan keamanan tetap teguh dan berkomitmen untuk membasmi terorisme dalam segala bentuknya dan memastikan bahwa para pelaku tindakan tidak manusiawi ini diadili," tambah pernyataan itu.

Melansir Dawn, tiga anak termasuk di antara lima orang yang tewas, sementara beberapa lainnya terluka ketika sebuah bus yang membawa siswa menjadi sasaran ledakan di distrik Khuzdar, Balochistan.

“Dalam serangan pengecut dan mengerikan lainnya yang direncanakan dan diatur oleh negara teroris India dan dilaksanakan oleh proksinya di Balochistan, bus anak-anak sekolah yang tidak bersalah menjadi sasaran hari ini di Khuzdar,” bunyi pernyataan ISPR.

"Sesuai laporan awal, tiga anak tak berdosa dan dua orang dewasa telah menjadi martir dan banyak anak mengalami luka-luka," tambah siaran pers tersebut.

"Setelah gagal total di medan perang, melalui tindakan-tindakan yang paling keji dan pengecut seperti ini, proksi-proksi India telah dilepaskan untuk menyebarkan teror dan kerusuhan di Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa," kata ISPR.

"Proksi-proksi teror India digunakan sebagai alat negara oleh India untuk mengobarkan terorisme di Pakistan terhadap target-target yang lemah seperti anak-anak tak berdosa dan warga sipil," kata pernyataan itu.

Disebutkan bahwa India telah "gagal" dalam Operasi Bunyanum Marsoos Pakistan selama konflik baru-baru ini, dan [proksi-proksinya] "sedang diburu [oleh] badan-badan militer dan penegak hukum".

“Penggunaan terorisme sebagai kebijakan negara oleh [pemerintah] politik India sangat menjijikkan dan mencerminkan moralitas rendah mereka dan mengabaikan [sic] norma-norma dasar manusia,” kata ISPR.

Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?

“Para perencana, pendukung, dan pelaksana serangan pengecut yang disponsori India ini akan diburu dan diadili dan [wajah] India yang kejam akan terungkap di hadapan seluruh dunia,” militer bersumpah.

Angkatan Bersenjata Pakistan, dengan dukungan bangsa Pakistan yang pemberani, berdiri “bersatu untuk mencabut akar terorisme yang disponsori India dari Pakistan dalam semua manifestasinya”, kata ISPR.

The Associated Press of Pakistan melaporkan bahwa Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir akan melakukan kunjungan darurat ke Quetta dan diberi pengarahan tentang serangan “yang dilakukan oleh teroris di bawah perlindungan India”.

Kantor Perdana Menteri mengatakan keduanya juga akan menanyakan kesehatan mereka yang terluka dalam serangan itu.

“Upacara yang dijadwalkan akan diadakan malam ini di Aiwan-i-Sadr untuk menghormati Marsekal Lapangan Syed Asim Munir telah ditunda atas permintaannya sendiri karena serangan tragis di Khuzdar,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Trump Hentikan Seluruh...
Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?
Rekomendasi
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Berita Terkini
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved