UE bahas insiden Odessa untuk tentukan sikap
Senin, 05 Mei 2014 - 17:38 WIB
UE bahas insiden Odessa untuk tentukan sikap
A
A
A
Sindonews.com – Krisis di Ukraina paska perjanjian Jenewa yang mempertemukan Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa (UE) dan Ukraina tidak semakin membaik, namun justru semakin memburuk.Tekarhir 42 orang tewas saat bentrok antara masa pro-Rusia dengan pro-Ukraina pecah di Odessa, Ukraina timur.
Pihak UE menyatakan, mereka segera menyatakan sikap. Bahkan, jika perlu ada tindakan dan investigasi terhadap kerusuhan paling parah setelah penggulingan Presiden Viktor Yanukovich. Wakil Delegasi UE untuk Indonesia dan ASEAN, Colin Crooks, menyatakan bahwa saat ini para pemimpin UE sedang berdikusi mengenai insiden tersebut.
“Saya tidak bisa memprediksi tindakan apa yang akan dilakukan luka oleh pemimpin (UE), saat ini mereka sedang mendiskusikan (insiden Odessa),” ungkap Crooks saat ditemui Sindonews di Jakarta, Senin (5/5/2014).
“Mungkin ada beberapa sanksi utama yang akan dijatuhkan, dan saya pikir semuanya masih dalam tahap pembicaraan. Untuk itu, saya tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh para pemimpin UE,” lanjut Crooks.
Crooks berharap bahwa akan ada jalan keluar untuk mengtasi krisis yang terus bergulir di negara pecahanan Uni Soviet tersebut. Selanjutnya, Ukraina dapat menjadi negara berdaulat dan mendiri.
Pihak UE menyatakan, mereka segera menyatakan sikap. Bahkan, jika perlu ada tindakan dan investigasi terhadap kerusuhan paling parah setelah penggulingan Presiden Viktor Yanukovich. Wakil Delegasi UE untuk Indonesia dan ASEAN, Colin Crooks, menyatakan bahwa saat ini para pemimpin UE sedang berdikusi mengenai insiden tersebut.
“Saya tidak bisa memprediksi tindakan apa yang akan dilakukan luka oleh pemimpin (UE), saat ini mereka sedang mendiskusikan (insiden Odessa),” ungkap Crooks saat ditemui Sindonews di Jakarta, Senin (5/5/2014).
“Mungkin ada beberapa sanksi utama yang akan dijatuhkan, dan saya pikir semuanya masih dalam tahap pembicaraan. Untuk itu, saya tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh para pemimpin UE,” lanjut Crooks.
Crooks berharap bahwa akan ada jalan keluar untuk mengtasi krisis yang terus bergulir di negara pecahanan Uni Soviet tersebut. Selanjutnya, Ukraina dapat menjadi negara berdaulat dan mendiri.
(esn)