Palestina, Israel dan perwakilan AS bahas pembicaraan damai
Kamis, 17 April 2014 - 16:56 WIB
Palestina, Israel dan perwakilan AS bahas pembicaraan damai
A
A
A
Sindonews.com – Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina yang rencananya akan diselenggarakan pada Rabu (16/4/2014), ditunda hingga hari ini, Kamis (17/4/2014).
Penundaan ini dikabarkan karena kedua pihak masih menunggu perwakilan Amerika Serikat (AS), Martin Indyk sebagai negoisator.
Namun, pemerintah Israel menyiratkan penundaan tersebut dikarenakan insiden penembakan perwira polisi mereka di Tepi Barat.
Seperti dilansir New Starits Times, pertemuan hari ini akan mengagendakan usaha untuk memperpanjang waktu pembicaraan damai yang akan berakhir pada 29 April mendatang.
Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan, setelah satu minggu sebelumnya ketiga pihak bertemu sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan pembicaraan tersebut, yang saat ini sudah berada di ambang jurang kegagalan.
Pemerintah Palestina sendiri akan menyanggupi perpanjangan waktu tersebut, bila Israel mau membebasakan para tahanan Palestina yang ada di penjara Israel. "Apa yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen Israel pada isu-isu yang dapat menyebabkan perpanjangan pembicaraan. Jika mereka melakukan hal itu, kita sudah siap (memperpanjang)," ungkap juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeina.
Penundaan ini dikabarkan karena kedua pihak masih menunggu perwakilan Amerika Serikat (AS), Martin Indyk sebagai negoisator.
Namun, pemerintah Israel menyiratkan penundaan tersebut dikarenakan insiden penembakan perwira polisi mereka di Tepi Barat.
Seperti dilansir New Starits Times, pertemuan hari ini akan mengagendakan usaha untuk memperpanjang waktu pembicaraan damai yang akan berakhir pada 29 April mendatang.
Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan, setelah satu minggu sebelumnya ketiga pihak bertemu sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan pembicaraan tersebut, yang saat ini sudah berada di ambang jurang kegagalan.
Pemerintah Palestina sendiri akan menyanggupi perpanjangan waktu tersebut, bila Israel mau membebasakan para tahanan Palestina yang ada di penjara Israel. "Apa yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen Israel pada isu-isu yang dapat menyebabkan perpanjangan pembicaraan. Jika mereka melakukan hal itu, kita sudah siap (memperpanjang)," ungkap juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeina.
(esn)