3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat

Senin, 07 April 2025 - 13:49 WIB
loading...
3 Alasan Donald Trump...
Demonstran Amerika Serikat mendesak pembebasan Mahmoud Khalil, aktivis pro-Palestina yang ditangkap pihak imigrasi Amerika. Foto/ABC News
A A A
WASHINGTON - Salah satu kebijakan Presiden Donald Trump yang menuai kecaman para aktivis hak asasi manusia (HAM) adalah mengusir para simpatisan Palestina atau individu yang memiliki hubungan dengan gerakan pro-Palestina dari Amerika Serikat (AS).

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, langkah Trump ini semakin menunjukkan pembelaannya yang berlebihan terhadap rezim Zionis Israel.

Bahkan, dalam langkah terbarunya, pemerintah Trump memeriksa akun media sosial para pemohon visa Amerika—yang diketahui mengkritik Israel tidak akan dibolehkan masuk Amerika.

Baca Juga: Hamas Tembakkan 10 Roket ke Israel sebagai Respons Atas Pembantaian Warga Gaza

3 Alasan Utama Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina

1. Dukungan terhadap Israel


Menurut laporan analisis dari New York Times, keputusan mengusir para simpatisan Palestina dari Amerika Serikat sangat terkait dengan strategi Trump untuk mengamankan posisi politik di dalam negeri, terutama dengan kalangan pemilih pro-Israel yang kuat di AS.

Langkah ini juga menggarisbawahi kebijakan luar negeri yang lebih unilateral dan berpihak pada sekutu kuat Amerika, yaitu Israel, tanpa mempertimbangkan perspektif atau hak-hak Palestina.

Kebijakan luar negeri Trump yang sangat mendukung Israel sudah dimulai sejak masa kepresidenan pertamanya. Saat itu, Trump memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem setelah secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tak lama kemudian, Trump secara sepihak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan—wilayah Suriah yang diduduki Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Sastra Indonesia Mendunia:...
Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa
Berita Terkini
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved