FARC setujui gencatan senjata dengan pengawasan asing
Rabu, 20 Februari 2013 - 12:13 WIB
FARC setujui gencatan senjata dengan pengawasan asing
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok pemberontak Kolombia, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) mendukung dan mendorong terlaksananya kesepakatan gencatan senjata bilateral dengan militer Kolombia, Selasa (20/2/2013). Pernyataan yang datang dari Ivan Marquez, Kepala perundingan damai FARC tersebut merupakan dukungan atas proposal perdamaian yang diajukan oleh mantan menteri Kolombia Alvaro Leyva Duran.
"Kami setuju dengan usulan Duran untuk melakukan gencatan senjata bilateral dengan pengawasan internasional," ungkap Marquez seprti dilansir Xinhua.
Marquez mengatakan negara pasti menyetujui usulan yang datang dari Leyva tersebut, sebab kita harus menghentikan pertumpahan darah yang tersebut terjadi, terlebih saat ini pemerintah dan FARC tengah melakukan perundingan damai.
"FARC berjanji akan mematuhi semua aturan dalam sekepakatan gencatan senjata yang nantinya akan membantu mengatur irama perundingan damai. Lebih lanjut keputusan tersebut akan menumbuhkan sikap saling pengertian atara dua belah pihak," imbuh Marquez.
Dalam proposal gecatan senjata yang diajukan oleh Leyva, gencatan senjata antara FARC dan militer Kolombia akan diawasi oleh Komisi Pengawasan Internasional untuk gencatan senjata.
Sebelumnya, Pemerintah Kolombia menolak gencatan senjata yang diajukan oleh FARC. Pemerintah Kolombia mengatakan FARC sengaja menawarkan kesepakatan gencatan senjata palsu dalam rangka memperoleh bantuan internasional dan seolah membuat FARC seperti berada di bawah tekanan militer saat menggelar upaya negosiasi dengan pemerintah.
"Kami setuju dengan usulan Duran untuk melakukan gencatan senjata bilateral dengan pengawasan internasional," ungkap Marquez seprti dilansir Xinhua.
Marquez mengatakan negara pasti menyetujui usulan yang datang dari Leyva tersebut, sebab kita harus menghentikan pertumpahan darah yang tersebut terjadi, terlebih saat ini pemerintah dan FARC tengah melakukan perundingan damai.
"FARC berjanji akan mematuhi semua aturan dalam sekepakatan gencatan senjata yang nantinya akan membantu mengatur irama perundingan damai. Lebih lanjut keputusan tersebut akan menumbuhkan sikap saling pengertian atara dua belah pihak," imbuh Marquez.
Dalam proposal gecatan senjata yang diajukan oleh Leyva, gencatan senjata antara FARC dan militer Kolombia akan diawasi oleh Komisi Pengawasan Internasional untuk gencatan senjata.
Sebelumnya, Pemerintah Kolombia menolak gencatan senjata yang diajukan oleh FARC. Pemerintah Kolombia mengatakan FARC sengaja menawarkan kesepakatan gencatan senjata palsu dalam rangka memperoleh bantuan internasional dan seolah membuat FARC seperti berada di bawah tekanan militer saat menggelar upaya negosiasi dengan pemerintah.
(esn)