Argentina & Rwanda incar posisi anggota tidak tetap DK PBB
Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:06 WIB
Argentina & Rwanda incar posisi anggota tidak tetap DK PBB
A
A
A
Sindonews.com - Majelis Umum PBB akan kembali memilih lima anggota tidak tetap Dewan Keamanaan (DK) PBB yang baru, Kamis (18/10/2012). Kabarnya, Argentina dan Rwanda adalah dua calon kuat yang akan mendapatkan kursi tersebut.
Argentina dan Rwanda menjadi calon kuat untuk menduduki kursi 15 anggota DK PBB karena di kawasan mereka tidak ada negara yang memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan posisi tersebut.
Seperti dilansir dari Rappler, Rabu (17/10/2012), meskipun berselisih dengan Inggris, Argentina tetap menjadi calon kuat untuk anggota tidak tetap DK PBB dari kawasan Amerika. Sementara Rwanda mendapat dukungan dari salah satu anggota tetap DK PBB, Amerika Serikat (AS), meskipun sempat tersandung masalah internal di Kongo.
Seorang diplomat mengatakan, ada persaingan di kawasan lain untuk mendapatkan posisi anggota tidak tetap DK PBB. Namun, persaingan ini teradi di kawasan Asia. Untuk kawasan Asia, kandidat terkuat adalah Korea Selatan.
Negeri gingseng ini lebih unggul dibanding Bhutan dan Kamboja, dua negara yang juga berambisi duduk di DK PBB. Korea Selatan telah berpartisipasi aktif dalam 19 operasi penjagaan perdamaian dunia sejak 1991 lalu.
Sementara Kamboja, tidak pernah aktif dalam kampanye perdamaian dunia. Sedangkan Bhutan, sama sekali tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan lima anggota tetap DK PBB, China, Inggris, Rusia, AS, dan Prancis.
Negara yang menginginkan posisi tidak tetap DK PBB harus mengantongi 129 dukungan atau sepertiga dari total suara anggota dewan PBB.
Argentina dan Rwanda menjadi calon kuat untuk menduduki kursi 15 anggota DK PBB karena di kawasan mereka tidak ada negara yang memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan posisi tersebut.
Seperti dilansir dari Rappler, Rabu (17/10/2012), meskipun berselisih dengan Inggris, Argentina tetap menjadi calon kuat untuk anggota tidak tetap DK PBB dari kawasan Amerika. Sementara Rwanda mendapat dukungan dari salah satu anggota tetap DK PBB, Amerika Serikat (AS), meskipun sempat tersandung masalah internal di Kongo.
Seorang diplomat mengatakan, ada persaingan di kawasan lain untuk mendapatkan posisi anggota tidak tetap DK PBB. Namun, persaingan ini teradi di kawasan Asia. Untuk kawasan Asia, kandidat terkuat adalah Korea Selatan.
Negeri gingseng ini lebih unggul dibanding Bhutan dan Kamboja, dua negara yang juga berambisi duduk di DK PBB. Korea Selatan telah berpartisipasi aktif dalam 19 operasi penjagaan perdamaian dunia sejak 1991 lalu.
Sementara Kamboja, tidak pernah aktif dalam kampanye perdamaian dunia. Sedangkan Bhutan, sama sekali tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan lima anggota tetap DK PBB, China, Inggris, Rusia, AS, dan Prancis.
Negara yang menginginkan posisi tidak tetap DK PBB harus mengantongi 129 dukungan atau sepertiga dari total suara anggota dewan PBB.
(aww)