Kapal pengintai China patroli di perairan Diaoyu
Jum'at, 14 September 2012 - 13:08 WIB
Kapal pengintai China patroli di perairan Diaoyu
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya enam kapal pengintai China pagi ini tiba di sekitar perairan kepulauan Diaoyu untuk melakukan patroli dan penegakan hukum di wilayah kepulan yang dipersengketakan oleh Pemerintah China dan Jepang.
Polisi Perairan Jepang melaporkan dua kapal pertama masuk pukul 6.20 waktu setempat, sementara empat kapal lainya masuk pukul 7.05 waktu setempat.
Seperti diberitakan, Kyodonews, Jumat (14/9/2012) patroli ini merupakan patroli pertama yang dilakukan oleh China sejak pemerintah mengumumkan rencana dua kapal pemantau ke kawasan yang diklaim masuk teritorialnya. Pulau yang disengketakan itu dikenal China dengan sebutan Diaoyu dan di Jepang disebut kepulauan Senkaku.
Berdasarkan pernyataan pemerintah China, kegitan ini merupakan bentuk penegakan hukum dan patroli yang bertujuan untuk menjunjukan wilayah yurisdiksi China atas Kepulauan Diaoyu dan beberapa pulau lain yang terhubung dengan pulau tersebut. Sekaligus untuk memastikan kepentingan perairan China.
Tindakan ini merupakan reaksi pemerintah China atas rencana Jepang yang berniat menasionalisasi kepulauan dengan cara pembelian pulau tersebut dari pemiliknya. Wilayah perairan di sekitar pulauan itu dikenal memiliki kandungan mineral yang tinggi.
Polisi Perairan Jepang melaporkan dua kapal pertama masuk pukul 6.20 waktu setempat, sementara empat kapal lainya masuk pukul 7.05 waktu setempat.
Seperti diberitakan, Kyodonews, Jumat (14/9/2012) patroli ini merupakan patroli pertama yang dilakukan oleh China sejak pemerintah mengumumkan rencana dua kapal pemantau ke kawasan yang diklaim masuk teritorialnya. Pulau yang disengketakan itu dikenal China dengan sebutan Diaoyu dan di Jepang disebut kepulauan Senkaku.
Berdasarkan pernyataan pemerintah China, kegitan ini merupakan bentuk penegakan hukum dan patroli yang bertujuan untuk menjunjukan wilayah yurisdiksi China atas Kepulauan Diaoyu dan beberapa pulau lain yang terhubung dengan pulau tersebut. Sekaligus untuk memastikan kepentingan perairan China.
Tindakan ini merupakan reaksi pemerintah China atas rencana Jepang yang berniat menasionalisasi kepulauan dengan cara pembelian pulau tersebut dari pemiliknya. Wilayah perairan di sekitar pulauan itu dikenal memiliki kandungan mineral yang tinggi.
(aww)