Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:48 WIB
loading...
Zionis Israel Ratapi...
PM Benjamin Netanyahu jadi sasaran kemarahan tokoh politik, analis, dan media Israel setelah AS dan Iran capai kesepakatan damai. Foto/Palestine Chronicle
A A A
TEL AVIV - Para tokoh politik, analis, dan media Zionis Israel ramai-ramai meratapi kesepakatan damai awal Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selain mengecam kesepakatan tersebut, mereka menggunakan momen ini untuk menuduh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu salah mengelola hubungan dengan Washington dan memimpin kemunduran strategis yang besar.

Di antara para kritikus yang paling keras adalah Yair Golan, kepala Partai Demokrat Israel, yang menggambarkan kesepakatan itu sebagai bukti kegagalan kebijakan selama bertahun-tahun di bawah Netanyahu.

Baca Juga: AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel

“Warga Israel terbangun dengan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dibuat di atas kepala Israel,” tulis Golan di X.

Dia menuduh Netanyahu memproyeksikan citra keamanan palsu sambil membiarkan Israel secara strategis melemah.

“Netanyahu adalah orang yang selama bertahun-tahun menjual citra palsu kepada publik sebagai ‘Mr. Security', dan pada kenyataannya menjadi bapak kegagalan strategis terbesar Israel dalam sejarahnya,” kata Golan.

Menurut Golan, “kemenangan total” yang dijanjikan Netanyahu berakhir dengan musuh-musuh Israel yang lebih kuat dan daya jera Israel yang melemah.

Dia menyimpulkan bahwa mengganti Netanyahu bukan lagi sekadar masalah politik. "Tetapi suatu keharusan keamanan yang eksistensial," katanya.

Mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz menggemakan sentimen tersebut.

Pemimpin Partai Biru dan Putih itu menggambarkan kesepakatan AS-Iran sebagai kemunduran strategis yang akan memaksa Israel ke dalam perjuangan diplomatik, militer, dan hukum selama bertahun-tahun.

“Kesepakatan yang muncul dengan Iran tampaknya merupakan kegagalan strategis,” kata Gantz, memperingatkan terhadap pengaturan apa pun yang dapat membatasi operasi Israel di Lebanon atau mengharuskan penarikan pasukan yang, menurut pandangannya, akan membahayakan para pemukim di utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Profil Cape Verde, Negara...
Profil Cape Verde, Negara Berpenduduk 550.000 Jiwa yang Bikin Repot Juara Piala Dunia 2010
Rekomendasi
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved