Belanda potong bantuan Rwanda
Jum'at, 27 Juli 2012 - 17:32 WIB
Belanda potong bantuan Rwanda
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Belanda memotong bantuan untuk Rwanda karena diduga digunakan untuk mendukung pemberontak di Republik Demokratik Kongo. Belanda telah membekukan anggaran bantuan senilai USD6,15 juta.
Tindakan ini diambil Pemerintah Belanda setelah beberapa hari lalu Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemotongan bantuan militer ke Rwanda. Sementara Pemerintah Rwanda telah menolak laporan yang dibuat pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika negara itu mendukung pemberontak gerakan M23 di bagian timur Kongo.
Pemberontak telah melakukan penyerangan terhadap tentara Kongo dan PBB pada April lalu. Insiden tersebut menyebabkan sekitar 200 ribu orang meninggalkan rumah mereka.
Pemberontak Kongo yang mendalangi pertempuran menagaku mereka didukung Pemerintah Rwanda. Pada Kamis 26 Juli, PBB melaporkan pasukannya membantu tentara Kongo menumpas pemberontak dari dua kota di bagian utara Goma. Bahkan pasukan tentara menggunakan helikopter tempur dan kendaraan lapis baja untuk mengusir pembelot di sana.
Pertempuran telah melanda wilayah timur Kongo sejak 1994, ketika lebih dari satu juta etnis Hutu menyeberangi perbatasan ke Kongo pasca genosida di Rwanda. Pemberontakan itu menyebabkan sekitar 800 ribu orang tewas, sebagian besar warga Tutsi.
Tindakan ini diambil Pemerintah Belanda setelah beberapa hari lalu Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemotongan bantuan militer ke Rwanda. Sementara Pemerintah Rwanda telah menolak laporan yang dibuat pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jika negara itu mendukung pemberontak gerakan M23 di bagian timur Kongo.
Pemberontak telah melakukan penyerangan terhadap tentara Kongo dan PBB pada April lalu. Insiden tersebut menyebabkan sekitar 200 ribu orang meninggalkan rumah mereka.
Pemberontak Kongo yang mendalangi pertempuran menagaku mereka didukung Pemerintah Rwanda. Pada Kamis 26 Juli, PBB melaporkan pasukannya membantu tentara Kongo menumpas pemberontak dari dua kota di bagian utara Goma. Bahkan pasukan tentara menggunakan helikopter tempur dan kendaraan lapis baja untuk mengusir pembelot di sana.
Pertempuran telah melanda wilayah timur Kongo sejak 1994, ketika lebih dari satu juta etnis Hutu menyeberangi perbatasan ke Kongo pasca genosida di Rwanda. Pemberontakan itu menyebabkan sekitar 800 ribu orang tewas, sebagian besar warga Tutsi.
()