Konvoi NATO diserang, 1 tewas
Selasa, 24 Juli 2012 - 17:26 WIB
Konvoi NATO diserang, 1 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Serangan pesawat AS yang menewaskan setidaknya 10 militan telah memicu kemarahan penduduk Pakistan. Seorang pria bersenjata menyerang sebuah konvoi truk yang membawa kebutuhan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Afghanistan.
Insiden itu menewaskan seorang sopir dan melukai sedikitnya satu orang lain. Serangan itu terjadi Selasa 24 Juli di Jamrud, wilayah suku Khyber dan kota utama di Pakistan.
“Ini adalah serangan pertama terhadap konvoi NATO sejak Pakistan membuka kembali rute pasokan awal bulan Juli, menyusul blokade selama tujuh bulan,” ujar seorang pejabat keamanan Pakistan seperti diberitakan VOA, Selasa (24/7/2012).
Saat ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan konvoi truk NATO tersebut. Namun, sebelumnya kelompok Taliban di Pakistan telah mengancam akan menyerang iring-iringan truk milik NATO yang memasok kebutuhan tentara di Afganistan.
Sementara dalam beberapa bulan terakhir, penerbangan pesawat tak berawak AS yang kontroversial di wilayah Pakistan telah meningkat tajam. Hingga sekarang belum ada kejelasan mengapa angkatan udara AS menyerang pusat militan pada Selasa pagi.
Insiden itu menewaskan seorang sopir dan melukai sedikitnya satu orang lain. Serangan itu terjadi Selasa 24 Juli di Jamrud, wilayah suku Khyber dan kota utama di Pakistan.
“Ini adalah serangan pertama terhadap konvoi NATO sejak Pakistan membuka kembali rute pasokan awal bulan Juli, menyusul blokade selama tujuh bulan,” ujar seorang pejabat keamanan Pakistan seperti diberitakan VOA, Selasa (24/7/2012).
Saat ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan konvoi truk NATO tersebut. Namun, sebelumnya kelompok Taliban di Pakistan telah mengancam akan menyerang iring-iringan truk milik NATO yang memasok kebutuhan tentara di Afganistan.
Sementara dalam beberapa bulan terakhir, penerbangan pesawat tak berawak AS yang kontroversial di wilayah Pakistan telah meningkat tajam. Hingga sekarang belum ada kejelasan mengapa angkatan udara AS menyerang pusat militan pada Selasa pagi.
()