AS Minta Bantuan Pakistan Dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Minggu, 10 Mei 2020 - 16:11 WIB
loading...
AS Minta Bantuan Pakistan...
Amerika Serikat (AS) telah meminta Pakistan untuk menggunakan pengaruhnya guna menekan Taliban untuk memulai
A A A
KARACHI - Amerika Serikat (AS) telah meminta Pakistan untuk menggunakan pengaruhnya guna menekan Taliban untuk memulai "segera" perundingan intra-Afghanistan. Perundingan ini dapat mengakhiri perang terpanjang Washington di Afghanistan.

Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk Afghanistan, dilaporkan telah bertemu dengan para perunding Taliban, dan para pejabat di Pakistan, Afghanistan, dan India untuk mencari dukungan mereka untuk mempercepat perundingan intra-Afghanistan, sebuah komponen kunci dari kesepakatan bersejarah yang dicapai antara Washington dan Taliban pada bulan Februari.

Kedutaan Besar AS di Islamabad, menuturkan, di Pakistan Khalilzad bertemu dengan panglima militer Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa untuk mencari dukungannya dalam menekan Taliban untuk mengurangi kekerasan, yang merupakan awal perundingan intra-Afghanistan.

"Khalilzad membahas (dengan Bajwa) upaya yang sedang berlangsung oleh AS untuk memajukan proses perdamaian Afghanistan dan meminta dukungan Pakistan dalam mendesak pengurangan kekerasan dan segera memulai negosiasi intra-Afghanistan," kata kedubes AS di Islamabad, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (10/5/2020).

Dalam pertemuan dengan Bajwa dan para petinggi Taliban, Khalilzad juga meminta bantuan Islamabad dalam membantu pembebasan seorang warga negara Amerika, Mark Frerichs, seorang veteran Angkatan Laut yang menjadi kontraktor, yang dilaporkan diculik di Afghanistan pada akhir Januari.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved