Dinilai Masih Jadi 'Sarang' Teroris, AS Tetap Tangguhkan Bantuan Keamanan pada Pakistan

Kamis, 27 Mei 2021 - 04:14 WIB
loading...
Dinilai Masih Jadi Sarang...
Presiden AS, Joe Biden telah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Trump untuk menangguhkan bantuan keamanan ke Pakistan. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Pada 2018 silam, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump memutuskan untuk menangguhkan bantuan keamanan kepada Pakistan. Alasannya, Pakistan memberikan "tempat berlindung" bagi teroris.

Meskipun kini sudah ada perubahan dalam pemerintahan AS, persepsi sikap Pakistan terhadap terorisme tetap sama. Baca juga: AS Patut Waswas, Bomber Siluman China Mampu Serang Guam dengan Nuklir

Presiden AS, Joe Biden telah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Trump untukmenangguhkan bantuan keamanan ke Pakistan. Sejauh ini belum ada kepastian Washington akan mengubah pendiriannya.

Kebijakan pemerintahan saat ini terungkap setelah masalah tersebut diangkat oleh seorang jurnalis pada konferensi pers dengan Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby.

"Saat ini, bantuan keamanan AS ke Pakistan masih ditangguhkan. Saya tidak akan berspekulasi dengan satu atau lain cara tentang apakah itu akan berubah," kata Kirby, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (27/5/2021).

Kirby menuturkan, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin telah melakukan pembicaraan dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Qamar Javed Bajwa untuk membahas kepentingan dan tujuan regional bersama. Baca juga: Pakistan Komentari Agresi Israel: Bukan Konflik Tapi Pembantaian

"Dalam panggilan itu, Austrin menegaskan kembali penghargaannya atas dukungan Pakistan untuk perundingan perdamaian Afghanistan dan menyatakan keinginannya untuk terus membangun hubungan bilateral AS-Pakistan," katanya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Ketum PASI Luhut Panjaitan...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved