Misi PBB di Suriah fokus pada mediasi politik
Minggu, 08 Juli 2012 - 02:25 WIB
Misi PBB di Suriah fokus pada mediasi politik
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon menyatakan, misi organisasi ini di Suriah akan lebih berfokus pada mediasi politik. Dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan, Ban menyapaikan, misi PBB semestinya mendorong dialog politik dibanding mengawasi gencatan senjata.
Ban mengatakan, misi PBB semestinya berpusat di Ibu Kota Damaskus, bukan di lapangan seperti yang sebelumnya terjadi, dimana para pengawas menghadapi serangan berkali-kali. Sekitar 15.800 orang tewas sejak gerakan anti Pemerintah Suriah mulai digulirkan sejak tahun 2011.
Pernyataan Ban Ki-moon ini disampaikan setelah sebuah gencatan senjata yang diajukan PBB tidak berhasil. Kekerasan semakin meningkat di Suriah meski gencatan senjata disepakati April silam. Sebanyak 300 anggota misi PBB mengakhiri tugasnya dalam dua pekan terakhir.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan untuk mendiskusikan apakah misi organisasi internasional itu diperpanjang atau tidak hingga18 Juli. Pembicaraan yang membahas misi PBB akan dilangsungkan pada Rabu (11/7/2012), menjelang pemungutan suara.
Laporan Sekjen PBB menyebutkan, jumlah pengawas militer akan dikurangi, meski tidak sepenuhnya ditarik. Kebijakan ini ditujukan sebagai pesan bahwa komunitas internasional tidak meninggalkan Suriah.
Sebuah pertemuan sejumlah negara di Jenewa juga telah menyepakati untuk mendorong sebuah pemerintahan sementara di Suriah pada minggu lalu.
Ban mengatakan, misi PBB semestinya berpusat di Ibu Kota Damaskus, bukan di lapangan seperti yang sebelumnya terjadi, dimana para pengawas menghadapi serangan berkali-kali. Sekitar 15.800 orang tewas sejak gerakan anti Pemerintah Suriah mulai digulirkan sejak tahun 2011.
Pernyataan Ban Ki-moon ini disampaikan setelah sebuah gencatan senjata yang diajukan PBB tidak berhasil. Kekerasan semakin meningkat di Suriah meski gencatan senjata disepakati April silam. Sebanyak 300 anggota misi PBB mengakhiri tugasnya dalam dua pekan terakhir.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan untuk mendiskusikan apakah misi organisasi internasional itu diperpanjang atau tidak hingga18 Juli. Pembicaraan yang membahas misi PBB akan dilangsungkan pada Rabu (11/7/2012), menjelang pemungutan suara.
Laporan Sekjen PBB menyebutkan, jumlah pengawas militer akan dikurangi, meski tidak sepenuhnya ditarik. Kebijakan ini ditujukan sebagai pesan bahwa komunitas internasional tidak meninggalkan Suriah.
Sebuah pertemuan sejumlah negara di Jenewa juga telah menyepakati untuk mendorong sebuah pemerintahan sementara di Suriah pada minggu lalu.
()