COVID-19 di AS Sudah Bunuh 10.859 Orang, Sejarah Suram Tercipta

Selasa, 07 April 2020 - 07:42 WIB
COVID-19 di AS Sudah...
COVID-19 di AS Sudah Bunuh 10.859 Orang, Sejarah Suram Tercipta
A A A
WASHINGTON - Angka kematian di Amerika Serikat (AS) akibat coronavirus disease-19 (COVID-19) sudah mencapai 10.859 orang pada Selasa (7/4/2020) pagi WIB. Lonjakan jumlah kematian ini menjadi sejarah suram yang baru saja tercipta di Amerika.

Data worldometers pada pukul 07.15 WIB pagi ini menunjukkan Amerika memiliki 366.112 kasus infeksi COVID-19 dengan 10.859 kematian. Sejauh ini sudah 19.573 pasien berhasil disembuhkan.

Angka-angka itu menjadi Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah kasus infeksi corona terparah di dunia. Selain angka kematian yang terus meningkat, pandemi penyakit ini kemungkinan akan menghancurkan ekonomi negara Paman Sam.

Pihak berwenang pada pekan ini sudah memberi tahu masyarakat Amerika yang sudah ketakutan untuk bersiap menghadapi salah satu periode terburuk dalam krisis karena wabah corona belum mencapai puncaknya.

Beda tipis dengan data worldometers, Johns Hopkins University yang berbasis di Baltimore mencatat ada 356.942 kasus di AS yang telah dikonfirmasi, dengan 10.524 kematian.

Menurut universitas itu, kematian di Italia sudah mencapai 16.523 jiwa dan Spanyol 13.055 jiwa. Angka itu menjadikan keduanya sebagai negara dengan kematian terbanyak di dunia akibat pandemi COVID-19.

New York masih jadi episentrum atau pusat wabah corona di Amerika. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan bahwa angka kematian telah "efektif rata" selama dua hari.

Tetapi gubernur memerintahkan sekolah-sekolah dan bisnis-bisnis yang tidak penting untuk tetap tutup selama tiga minggu berikutnya."Sekarang bukan waktunya untuk longgar," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Dia menunjuk tanda-tanda tentatif bahwa wabah COVID-19 mulai meningkat. Penghitungan keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di New York tumbuh sebesar 7 persen dari hari sebelumnya menjadi 130.680.

Tetapi, kata Cuomo, jumlah pasien yang menggunakan mesin ventilator untuk membuat mereka tetap bernafas telah menurun. Menurutnya itu menjadi tanda-tanda bahwa krisis mungkin mulai mereda.

Cuomo mengatakan kematian terkait virus corona di seluruh negara bagian mencapai 4.758 jiwa pada hari Senin, meningkat 599 dari hari Minggu.

"Meskipun tidak satu pun dari ini adalah berita baik, kemungkinan perataan kurva lebih baik daripada kenaikan yang telah kita lihat," kata Cuomo pada briefing harian, merujuk pada bentuk kurva ketika angka kasus, kematian dan data lainnya diplot pada sebuah grafik.

Cuomo memperingatkan, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah negara telah "berbelok", dengan mengatakan; "Jika kita dataran tinggi, kita dataran tinggi pada tingkat tinggi."

"Ini penuh harapan tetapi juga tidak meyakinkan," kata Cuomo, yang menambahkan bahwa itu akan menjadi kesalahan untuk melonggarkan pembatasan yang terlalu dini.

"Jika kurva berubah, itu karena tingkat infeksi turun. Jika tingkat infeksi turun, itu karena social distancing bekerja."

Di negara bagian tetangga, New Jersey, Gubernur Phil Murphy mengatakan pada sebuah briefing; "Upaya kami untuk meratakan kurva mulai membuahkan hasil."

New Jersey telah mengonfirmasi lebih dari 41.000 kasus infeksi COVID-19 dan lebih dari 1.000 kematian.
(mas)
Berita Terkait
Bantah Trump, Ahli Virus...
Bantah Trump, Ahli Virus AS Sebut COVID-19 Bukan Buatan Lab China
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Trump Sebut COVID-19...
Trump Sebut COVID-19 Buatan Lab China, Jenderal AS: Kami Tidak Tahu
Trump Stop AS Danai...
Trump Stop AS Danai WHO atas Tuduhan Salah Urus COVID-19
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
43 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
6 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved