Trump Sebut COVID-19 Buatan Lab China, Jenderal AS: Kami Tidak Tahu

Rabu, 06 Mei 2020 - 07:34 WIB
loading...
Trump Sebut COVID-19...
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley. Foto/Straits Times
A A A
WASHINGTON - Tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa virus Corona baru, COVID-19, berasal dari laboratorium virologi China terus menuai bantahan, bahkan dari dalam negerinya sendiri. Terbaru, petinggi militer AS mengaku tidak tahu apakah benar virus mematikan tersebut berasal dari laboratorium milik China.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley mengatakan, masih belum diketahui apakah virus Corona baru muncul di pasar hewan liar China, sebuah laboratorium atau lokasi lain. Meski begitu, ia menegaskan kembali pandangan AS bahwa virus itu mungkin bukan buatan manusia.

"Apakah (virus) itu keluar dari laboratorium virologi di Wuhan? Apakah itu terjadi di pasar basah di Wuhan? Apakah itu terjadi di tempat lain? Dan jawabannya adalah: Kita tidak tahu," kata Milley pada konferensi pers, menambahkan bahwa pemerintah AS sedang menyelidikinya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/5/2020).

Pernyataan Milley ini tentu saja berbeda dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Presiden AS Donald Trump pada akhir April lalu bahwa ia telah melihat bukti yang meyakinkan bahwa virus Corona berasal dari Institut Virologi (WIV) Wuhan China. Namun, ia tidak mau menunjukkan bukti yang dimaksud. (Baca: Trump Keukeuh Sebut COVID-19 Berasal dari Laboratorium Wuhan )

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia telah melihat "bukti besar" yang mendukung teori tersebut, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. (Baca: Menlu AS Pompeo: Bukti Sangat Besar COVID-19 dari Laboratorium China )

China sendiri telah menolak tuduhan bahwa mereka salah menangani wabah atau bahwa WIV terlibat dalam pandemi. China menyatakan bahwa kritik internasional hanya menyebarkan propaganda untuk mengalihkan perhatian dari kesalahan negara mereka sendiri selama pandemi.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
Donald Trump Sebut Presiden...
Donald Trump Sebut Presiden AS Joe Biden adalah Stalinis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved