50 Mantan PM dan Menlu: Rencana Damai Trump Mirip Apartheid

Jum'at, 28 Februari 2020 - 01:01 WIB
50 Mantan PM dan Menlu:...
50 Mantan PM dan Menlu: Rencana Damai Trump Mirip Apartheid
A A A
LONDON - Sebanyak 50 mantan perdana menteri (PM) dan menteri luar negeri di Eropa mengecam rencana damai Timur Tengah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurut surat terbuka yang mereka tulis, rencana Trump itu akan menciptakan situasi mirip apartheid di wilayah pendudukan Palestina.

Dalam surat tersebut mereka menulis, rencana Trump berisiko memicu konflik yang merugikan warga sipil Israel dan Palestina. Menurut mereka, rencana Trump yang membiarkan militer Israel mencaplok sebagian besar wilayah Palestina itu bukan solusi yang memiliki legitimasi.

"Rencana itu membayangkan formalisasi dari kenyataan sekarang di wilayah pendudukan Palestina, di mana dua orang hidup berdampingan tanpa hak yang sama. Hasil semacam itu memiliki karakter yang sama dengan apartheid, istilah yang tidak kita gunakan dengan ringan," ungkap mereka.

50 politisi itu termasuk mantan PM dan Menlu Prancis Dominique de Villepin, mantan Menlu dan Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel, mantan Menlu Inggris Jack Straw dan mantan Presiden Irlandia Mary Robinson, menandatangani surat tersebut.

Penanda tangan lainnya termasuk mantan menteri atau pemimpin di Austria, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Luxembourg, Italia, Belanda, Norwegia, Polandia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss.

"Mempertimbangkan pentingnya situasi, kami mendesak Eropa menolak rencana AS sebagai dasar untuk negosiasi dan mengambil langkah segera serta efektif untuk melawan ancaman pencaplokan, dan menjaga ketertiban berdasar aturan internasional," papar mereka dalam surat itu.

Palestina dan Liga Arab telah menolak rencana Trump itu. Otoritas Palestina telah memutus semua hubungan dengan AS dan Israel terkait berbagai langkah Trump yang lebih menguntungkan rezim Zionis itu.

Awal pekan ini, Paus Fransiskus juga mengkritik rencana itu. Dia memperingatkan agar menolak solusi tidak adil dalam konflik tersebut.
(sfn)
Berita Terkait
Dewan Gereja Dunia Desak...
Dewan Gereja Dunia Desak Uni Eropa Beri Sanksi Israel
Senator Irlandia Serukan...
Senator Irlandia Serukan Sanksi terhadap Israel, Sebut Uni Eropa Munafik
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Uni Eropa Tawarkan Bantuan...
Uni Eropa Tawarkan Bantuan untuk Pemilu Palestina
Uni Eropa Desak Israel...
Uni Eropa Desak Israel Fasilitasi Pemilu Palestina yang Ditunda
Berita Terkini
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
43 menit yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
1 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
2 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
3 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
3 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved