AS Peringatkan Israel Tak Bertindak Sepihak di Tepi Barat

Senin, 10 Februari 2020 - 21:02 WIB
AS Peringatkan Israel...
AS Peringatkan Israel Tak Bertindak Sepihak di Tepi Barat
A A A
WASHINGTON - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel David Friedman memperingatkan Israel tak mendeklarasikan kedaulatan di tanah Tepi Barat tanpa konsultasi dengan Washington. Peringatan itu menghalangi seruan dari kelompok ultranasionalis dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu yang ingin segera mencaplok Tepi Barat.

Rencana damai Timur Tengah yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump pada 28 Januari itu mendukung Israel mempertahankan sejumlah wilayah pendudukan yang oleh Palestina ingin dijadikan negaranya di masa depan. Namun pertanyaan tentang kapan waktu pencaplokan itu memicu perselisihan antara AS dan Israel.

Netanyahu awalnya berjanji mempercepat penerapan Undang-undang Israel sebagai de facto pencaplokan di beberapa pemukiman Yahudi dan Lembah Yordan, untuk menyenangkan basis pemilih kanan-relijius Yahudi menjelang pemilu 2 Maret di Israel. Dengan langkah itu Netanyahu berharap dapat menang kembali untuk periode kelima pemerintahan.

Namun Netanyahu dipaksa menahan diri setelah Gedung Putih menjelaskan ingin proses pemetaan AS-Israel yang tampaknya membutuhkan waktu beberapa pekan atau lebih untuk diselesaikan terlebih dulu.

Palestina telah menolak rencana Trump itu sejak awal.

Dengan Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett dan tokoh lain yang mendesak segera voting kabinet tentang kedaulatan di Tepi Barat, Duta Besar AS David Friedman segera intervensi.

"Israel menjadi subyek untuk penyelesaian proses pemetaan oleh komite gabungan Israel-AS. Aksi sepihak apa pun sebelum penyelesaian proses komite membahayakan pengakuan Rencana dan Amerika," papar Friedman.

Friedman menjelaskan bahwa pesannya adalah "sedikit sabar, untuk menjalani proses, melakukan dengan tepat, itu bukan sesuatu yang kami pikir terlalu banyak untuk diminta."

"Dengan kabar yang muncul bahwa kabinet Israel ingin mendorong ke arah yang berpotensi merugikan proses itu menurut kami, kami hanya minta publik tahu di mana kami berdiri," papar Friedman.
(sfn)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
2 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
3 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
4 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved