Pakar PBB Desak Penyelidikan Tuduhan Saudi Retas Ponsel Bezos

Kamis, 23 Januari 2020 - 05:01 WIB
Pakar PBB Desak Penyelidikan...
Pakar PBB Desak Penyelidikan Tuduhan Saudi Retas Ponsel Bezos
A A A
SAN FRANCISCO - Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak investigasi segera oleh Amerika Serikat (AS) dan otoritas lain terkait tuduhan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) terlibat rencana peratasan telepon seluler (ponsel) bos Amazon Jeff Bezos.

Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard dan David Kaye menyatakan mereka memiliki informasi yang mengarah pada kemungkinan keterlibatan MBS dalam tuduhan serangan siber pada 2018 itu.

Pejabat Saudi menganggap tuduhan itu konyol.

Callamard merupakan pelapor khusus untuk pembunuhan ekstra-yudisial dan Kaye adalah pelapor khusus untuk kebebasan ekspresi. "Tuduhan keterlibatan Saudi menuntut investigasi segera oleh AS dan otoritas terkait lainnya," papar kedua pakar PBB itu, dilansir Reuters.

Mereka menyatakan, analisis forensik tuduhan peretasan itu menyimpulkan bahwa ponsel Bezos mungkin diretas oleh file video jahat yang dikirim dari akun WhatsApp yang konon milik MBS pada April atau Mei 2018.

Kedua pakar PBB itu menjelaskan, analisis yang dianggap kredibel itu menemukan bahwa dalam beberapa jam setelah menerima video ada perubahan ekstrem dan anomali pada perilaku perangkat ponsel Bezos dengan level data yang keluar dari ponsel meningkat hampir 300 kali lipat.

Tuduhan itu dapat semakin merusak hubungan antara Bezos dan Saudi serta merusak reputasi kerajaan dengan kekuatan dan investor asing.

Tuduhan serangan siber itu terjadi beberapa bulan sebelum pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Saudi dan kolumnis surat kabar Washington Post milik Bezos.

MBS tahun lalu menyatakan pembunuhan itu dilakukan para agen lapangan yang jahat dan dia tidak memerintahkannya.

"Saya pikir konyol adalah kata yang paling tepat. Ide bahwa putra mahkota dapat meretas ponsel Jeff Bezos benar-benar konyol," papar Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
(sfn)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
3 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
6 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
8 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved