Pemerintahan Baru Lebanon Diumumkan untuk Atasi Krisis Ekonomi

Rabu, 22 Januari 2020 - 03:30 WIB
Pemerintahan Baru Lebanon...
Pemerintahan Baru Lebanon Diumumkan untuk Atasi Krisis Ekonomi
A A A
BEIRUT - Pemerintahan baru Lebanon segera diumumkan pada Selasa (21/1) waktu lokal setelah kelompok Hizbullah dan aliansinya membuat kesepakatan bahwa kabinet harus dapat mengatasi krisis ekonomi.

Dua sumber politik senior menjelaskan bahwa kabinet akan terdiri atas 20 menteri dengan ekonom Ghazi Wazni sebagai menteri keuangan.

Dalam posting di Twitter, pelaksana Menteri Keuangan Ali Hassan Khalil dari Gerakan Amal aliansi Hizbullah menyatakan pemerintahan baru akan diumumkan dalam beberapa jam lagi.

Lebanon yang sedang terlilit utang itu tidak memiliki pemerintahan yang efektif sejak Saad al-hariri mundur dari jabatan perdana menteri (PM) pada Oktober lalu akibat unjuk rasa mengecam korupsi.

Negara itu pun mengalami krisis ekonomi dan keuangan terburuk sejak perang sipil 1975-1990.

Isu itu semakin menguat sejak ratusan orang terluka dalam bentrok antara demonstran dan aparat keamanan pada akhir pekan lalu. Warga Lebanon terkena dampak pengetatan akses keuangan oleh perbankan, nilai pound Lebanon merosot, pengangguran meningkat dan inflasi naik tajam.

Dua sumber itu menjelaskan sebelumnya, semua masalah yang menunda kesepakatan pemerintahan telah diselesaikan.

Hizbullah dan aliansi politiknya awalnya belum menyepakati susunan kabinet sejak mencalonkan mantan menteri pendidikan Hassan Diab sebagai PM lebih dari sebulan lalu.

"Dia menuju istana kepresidenan pada Selasa (21/1) dan Ketua Parlemen Nabih Berri mengikutinya," papar sumber itu dan media lokal.
(sfn)
Berita Terkait
Serang Pasukan Penjaga...
Serang Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon, Israel Dianggap Mencari Musuh Baru
Puluhan Orang Tewas...
Puluhan Orang Tewas Dalam Insiden Ledakan Mobil Tanki BBM di Lebanon
Bank Central Sebut Lebanon...
Bank Central Sebut Lebanon Saat Ini Bergerak Tanpa ‘Kepala’
Krisis Ekonomi, Militer...
Krisis Ekonomi, Militer Lebanon 'Sewakan' Helikopter pada Turis
China Minta Warganya...
China Minta Warganya untuk Meninggalkan Israel Secepatnya
Israel Gagal Gapai Kemenangan...
Israel Gagal Gapai Kemenangan di Gaza, Bagaimana Zionis Bisa Berhasil Melawan Hizbullah?
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
2 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
6 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
6 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
7 jam yang lalu
Infografis
4 Fitur Baru Google...
4 Fitur Baru Google Maps untuk Mempermudah Perjalanan Anda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved