Siapa Massad Boulos? Arsitek Kebijakan Donald Trump di Timur Tengah
Selasa, 18 Maret 2025 - 11:50 WIB
loading...
Massad Boulos merupakan arsitek kebijakan Donald Trump di Timur Tengah. Foto/X/@Nzebalafricaine
A
A
A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menunjuk Massad Boulos, seorang miliarder kelahiran Lebanon dan ayah mertua putri bungsu Trump, Tiffany, sebagai penasihat seniornya untuk urusan Arab dan Timur Tengah.
"Saya bangga mengumumkan bahwa Massad Boulos akan menjabat sebagai Penasihat Senior Presiden untuk urusan Arab dan Timur Tengah. Massad adalah pengacara ulung dan pemimpin yang sangat disegani di dunia bisnis, dengan pengalaman luas di kancah internasional," tulis Trump, dilansir Newsweek. "Massad adalah pembuat kesepakatan, dan pendukung setia PERDAMAIAN di Timur Tengah. Ia akan menjadi pendukung kuat bagi Amerika Serikat, dan kepentingannya."
Boulos akan bergabung dengan pengembang real estat Steve Witkoff, yang ditunjuk Trump sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah, bersama dengan calon Trump untuk duta besar AS untuk Israel Mike Huckabee, dalam melayani wilayah tersebut.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Sebelumnya dilaporkan bahwa Boulos gagal mencalonkan diri untuk kursi parlemen di Lebanon pada tahun 2009 dan diketahui memiliki hubungan dekat dengan seluruh kelas politik Kristen Lebanon karena ayah mertuanya adalah penyandang dana utama Gerakan Patriotik Bebas, sebuah partai Kristen yang bersekutu dengan Hizbullah.
Namun, pada bulan Oktober, Boulos mengatakan kepada Newsweek bahwa ia "tidak berafiliasi dengan partai mana pun di Lebanon," tetapi "berkenalan dengan sebagian besar pemimpin Kristen Lebanon," salah satunya adalah kandidat presiden yang didukung oleh Hizbullah. Ia juga membantah laporan sebelumnya oleh surat kabar berbahasa Inggris Saudi, Arab News dan Associated Press, bahwa ia mencalonkan diri untuk parlemen di Lebanon.
Dalam wawancara dengan AP pada bulan Juni, Boulos menggambarkan dirinya sebagai "teman" politisi Lebanon Suleiman Frangieh, pemimpin Gerakan Marada. Hizbullah mendukung upaya Frangieh untuk menjadi presiden Lebanon berikutnya. Pada tahun 2023, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mendukung pencalonan Frangieh. Nasrallah tewas dalam serangan udara Israel di Beirut pada akhir September.
Siapa Massad Boulos? Arsitek Kebijakan Donald Trump di Timur Tengah
1. Pangacara yang Pro-Perdamaian
Pengumuman tersebut, yang dibuat di platform Truth Social milik Trump, memuji Boulos sebagai "seorang pengacara ulung" yang merupakan "pendukung setia perdamaian di Timur Tengah.""Saya bangga mengumumkan bahwa Massad Boulos akan menjabat sebagai Penasihat Senior Presiden untuk urusan Arab dan Timur Tengah. Massad adalah pengacara ulung dan pemimpin yang sangat disegani di dunia bisnis, dengan pengalaman luas di kancah internasional," tulis Trump, dilansir Newsweek. "Massad adalah pembuat kesepakatan, dan pendukung setia PERDAMAIAN di Timur Tengah. Ia akan menjadi pendukung kuat bagi Amerika Serikat, dan kepentingannya."
Boulos akan bergabung dengan pengembang real estat Steve Witkoff, yang ditunjuk Trump sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah, bersama dengan calon Trump untuk duta besar AS untuk Israel Mike Huckabee, dalam melayani wilayah tersebut.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
2. Lahir di Lebanon dan Memiliki Bisnis Otomotif
Boulos, yang lahir di Lebanon dan pindah ke Texas saat remaja untuk kuliah di University of Houston, memulai kariernya saat ia bergabung dengan bisnis otomotif milik keluarganya di Nigeria dan naik jabatan untuk memimpin SCOA Motors dan Boulos Enterprises.Sebelumnya dilaporkan bahwa Boulos gagal mencalonkan diri untuk kursi parlemen di Lebanon pada tahun 2009 dan diketahui memiliki hubungan dekat dengan seluruh kelas politik Kristen Lebanon karena ayah mertuanya adalah penyandang dana utama Gerakan Patriotik Bebas, sebuah partai Kristen yang bersekutu dengan Hizbullah.
Namun, pada bulan Oktober, Boulos mengatakan kepada Newsweek bahwa ia "tidak berafiliasi dengan partai mana pun di Lebanon," tetapi "berkenalan dengan sebagian besar pemimpin Kristen Lebanon," salah satunya adalah kandidat presiden yang didukung oleh Hizbullah. Ia juga membantah laporan sebelumnya oleh surat kabar berbahasa Inggris Saudi, Arab News dan Associated Press, bahwa ia mencalonkan diri untuk parlemen di Lebanon.
Dalam wawancara dengan AP pada bulan Juni, Boulos menggambarkan dirinya sebagai "teman" politisi Lebanon Suleiman Frangieh, pemimpin Gerakan Marada. Hizbullah mendukung upaya Frangieh untuk menjadi presiden Lebanon berikutnya. Pada tahun 2023, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mendukung pencalonan Frangieh. Nasrallah tewas dalam serangan udara Israel di Beirut pada akhir September.
3. Memiliki Kedekatan Keluarga dengan Trump
Boulos juga merupakan ayah dari Michael Boulos, yang menikahi Tiffany Trump pada tahun 2022.Lihat Juga :