AS Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah Berbasis Darat

Jum'at, 13 Desember 2019 - 03:46 WIB
AS Kembali Uji Coba...
AS Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah Berbasis Darat
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) baru saja melakukan uji coba kedua rudal jelajah jarak menengah berbasis darat. Rudal jenis ini sebelumnya dilarang oleh perjanjian senjata nuklir jarak menengah (INF) dengan Rusia yang sekarang sudah ambruk.

Dalam sebuah pernyataan, Pentagon mengatakan, militer AS telah menguji coba rudal balistik jarak menengah berbasis darat di pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California.

"Departemen Pertahanan melakukan uji terbang rudal balistik darat yang dikonfigurasikan secara konvensional sekitar pukul 8:30 pagi waktu Pasifik hari ini, 12 Desember 2019, dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California," bunyi pernyataan itu, menambahkan bahwa mereka tengah mengevaluasi hasil tes tersebut.

Dikutip dari Sputnik, Jumat (13/12/2019), Pentagon tidak menjelaskan spesifikasi rudal tersebut.

Uji coba ini adalah uji coba kedua dari rudal jarak menengah berkemampuan nuklir berbasis darat yang diumumkan ke publik sejak Agustus.

Uji coba pada Agustus melihat memperlihatkan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan di darat dengan jangkauan lebih dari 500 km, kelas senjata yang telah dilarang berdasarkan ketentuan perjanjian INF. (Baca: Abaikan Peringatan Rusia, AS Uji Coba Rudal Terlarang )

AS secara resmi menarik diri dari perjanjian yang ditandatangani pada 1987 itu pada 2 Agustus lalu, berbulan-bulan setelah pemerintahan Trump mengumumkan niatnya untuk menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian itu. AS mengklaim Rusia dilaporkan telah menguji dan menggunakan rudal jelajah terlarang yang melebihi jangkauan 500 kilometer. Namun Rusia membantah tuduhan itu dan kemudian juga menarik diri dari perjanjian.

Perjanjian era Perang Dingin yang ditandatangani oleh AS dan Uni Soviet membatasi pengembangan, produksi, dan penyebaran rudal berbasis darat yang dapat menyerang di mana saja antara jarak 500 dan 5.500 kilometer.
(ian)
Berita Terkait
Pompeo: Obama Buat AS...
Pompeo: Obama Buat AS Dalam Bahaya dengan Patuhi Perjanjian INF
Putin Menarik Rusia...
Putin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika Serikat
Putin: Keputusan AS...
Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar
10 Alasan Amerika Serikat...
10 Alasan Amerika Serikat Tawarkan Perjanjian Gencatan Senjata ke Rusia dan Ukraina
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Trump: AS-Rusia Sedang...
Trump: AS-Rusia Sedang Bahas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Baru
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
18 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved