Abaikan Peringatan Rusia, AS Uji Coba Rudal Terlarang

Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:13 WIB
Abaikan Peringatan Rusia,...
Abaikan Peringatan Rusia, AS Uji Coba Rudal Terlarang
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menguji coba rudal jelajah darat yang selama puluhan tahun dilarang dalam perjanjian INF. Ini adalah uji coba pertama pasca Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian tersebut.

Dalam sebuah siaran pers, Pentagon mengumumkan pihaknya telah melakukan uji coba rudal jelajah darat yang dikonfigurasi secara konvensional di Pulau San Nicolas, California. Pernyataan itu menyatakan bahwa rudal tersebut meluncur dari peluncur mobile dan secara akurat menghantam target dengan jarak lebih dari 500 km. Ini adalah jarak yang pernah dibatasi oleh Perjanjian Angkatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987 yang ditandatangani oleh Washington dan Moskow.

AS telah menuduh Rusia sebagai pihak yang pertama kali melanggar perjanjian itu melalui pengembangan rudal jelajah daratnya yang dikenal sebagai Novator 9M729. Namun Moskow membantah tuduhan itu, dan balik menuduh Washington yang telah melanggar perjanjian dengan sistem pertahanan yang diduga dapat juga digunakan secara ofensif.

"Data yang dikumpulkan dan pelajaran yang diperoleh dari tes ini akan menginformasikan pengembangan kemampuan jarak menengah di masa depan kepada Departemen Pertahanan," kata Pentagon seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (20/8/2019).

Pentagon juga menyarankan lebih banyak tes semacam itu meskipun telah berulang kali diperingatkan oleh Rusia, yang telah memberlakukan moratorium peluncuran rudal dengan tujuan untuk mencegah perlombaan senjata baru.

Sebelum AS melakukan uji coba, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada stasiun televisi Rossiya-24 bahwa Moskow menjaga pintu perundingan mengenai rudal yang dilarang oleh INF tetap terbuka.

"Selama AS tidak menyebarkan sistem rudalnya ke Eropa, kami tidak akan melakukan hal yang sama, dan selama tidak ada rudal AS di Asia, tidak akan ada rudal kami di wilatah tersebut," tegasnya. (Baca juga: Rusia Tidak Akan Sebar Rudal kecuali AS Melakukannya Terlebih Dahulu )

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengemukakan pendapat yang sama pada Jumat ketika wawancara dengan stasiun Rossiya Sevodnya yang dikelola pemerintah. Ia menyerukan Washington untuk mengadopsi janji yang sepadan dalam menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan AS Mark Esper yang awal bulan ini yang menunjukkan keinginannya menyebar rudal dengan jarak menengah dan medium di Asia. (Baca juga: Bos Pentagon Ingin Tempatkan Rudal AS di Asia )

"Pernyataan Amerika tentang kemungkinan penyebaran IRBM (rudal balistik jarak menengah) dalam bentuk apa pun di wilayah mana pun di dunia tidak bisa tidak membuat perhatian kami menjadi serius," kata Ryabkov.
(ian)
Berita Terkait
Pompeo: Obama Buat AS...
Pompeo: Obama Buat AS Dalam Bahaya dengan Patuhi Perjanjian INF
Putin Menarik Rusia...
Putin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika Serikat
Putin: Keputusan AS...
Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar
10 Alasan Amerika Serikat...
10 Alasan Amerika Serikat Tawarkan Perjanjian Gencatan Senjata ke Rusia dan Ukraina
Trump: AS-Rusia Sedang...
Trump: AS-Rusia Sedang Bahas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Baru
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
12 menit yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
3 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved