Blokir Turki, Lockheed Martin Tak Masalah Cari Pembeli Baru F-35

Kamis, 25 Juli 2019 - 05:17 WIB
Blokir Turki, Lockheed...
Blokir Turki, Lockheed Martin Tak Masalah Cari Pembeli Baru F-35
A A A
WASHINGTON - Lockheed Martin, kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS) yang memproduksi pesawat jet tempur siluman F-35, mengaku tidak masalah untuk mencari pembeli baru pesawat yang semestinya dibeli Turki. Ankara tidak bisa membeli jet tempur generasi kelima tersebut setelah diblokir Washington.

Ankara tak hanya diblokir, tapi juga dikeluarkan dari konsorsium bersama untuk program F-35, karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Perusahaan-perusahaan Ankara sebelumnya menjadi pemasok komponen pesawat termahal tersebut.

CEO Lockheed Martin, Marillyn Hewson, mengatakan proses mengganti Turki sebagai pemasok komponen pesawat sudah berjalan. Dia mengaku proses mengganti pemasok akan lebih rumit, tapi Lockheed Martin sudah memiliki rencana untuk mengatasinya.

"Ini adalah situasi yang cukup lancar," katanya dalam konferensi telepon dengan para analis, seperti dikutip dari Washington Examiner, Kamis (25/7/2019).

"Kami sedang berupaya untuk mengurangi keterlibatan industri Turki," ujarnya, yang menambahkan rencana untuk menyelesaikan pengeluarkan Ankara pada Maret 2020. "Ini telah meresap untuk sementara waktu. Kami menanganinya lebih awal, dan telah bekerja sama dengan Pentagon."

Para pejabat pertahanan AS telah memperingatkan Turki sejak Juni bahwa konsekuensi membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia akan dikeluarkan dari program F-35.

Ellen Lord, wakil Menteri Pertahanan AS untuk Akuisisi, mengatakan Turki akan kehilangan lebih dari USD9 miliar setelah dikeluarkan dari program jet tempur siluman tersebut. Menurutnya, lebih dari 900 komponen untuk F-35 diproduksi di Turki. Ankara juga kehilangan lebih dari USD1 miliar dalam pekerjaan tersebar di 10 pemasok di negara itu.

"Turki tidak dapat menerjunkan platform pengumpulan intelijen Rusia di dekat tempat program F-35, yang membuat, memperbaiki, dan menampung F-35," kata Lord.

"Sebagian besar kekuatan F-35 terletak pada kemampuan siluman, sehingga kemampuan untuk mendeteksi kecanggihan itu akan membahayakan keamanan jangka panjang dari program F-35."

Turki telah merencanakan untuk membeli sebanyak 100 unit jet tempur F-35, dan dijadwalkan akan menerima delapan unit dalam waktu dekat. Namun, rencana itu buyar karena Ankara menolak membatalkan kontrak pembelian sistem rudal S-400 Rusia seperti yang dituntut AS.
(mas)
Berita Terkait
AS Tetap Tolak Turki...
AS Tetap Tolak Turki Gabung Program Jet Tempur Siluman F-35 karena S-400 Rusia
AS Akui Sulit Jual Jet...
AS Akui Sulit Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki Gara-gara S-400 Rusia
AS Isyaratkan Turki...
AS Isyaratkan Turki Segera Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Berita Terkini
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
9 menit yang lalu
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
3 jam yang lalu
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
4 jam yang lalu
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
5 jam yang lalu
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
9 jam yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
10 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved