Revisi Konstitusi, Korut Jadikan Kim Jong-un Kepala Negara

Jum'at, 12 Juli 2019 - 00:56 WIB
Revisi Konstitusi, Korut...
Revisi Konstitusi, Korut Jadikan Kim Jong-un Kepala Negara
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) telah merevisi konstitusi untuk menjadikan Kim Jong-un sebagai kepala negara. Langkah itu sebagai promosi yang dapat membantu menormalkan hubungan diplomatik Pyongyang yang sedang terisolasi dengan negara-negara lain di dunia.

Sebuah teks baru dari dokumen pemerintahan Korea Utara diam-diam di-posting di situs propaganda Naenara. Dalam dokumen yang tertulis "representasi negara" itu mencantumkan Kim Jong-un sebagai Ketua Komisi Urusan Negara, gelar pemerintahan tertinggi bagi Kim.

Perubahan seperti itu telah menjadi spekulasi sejak Korea Utara mengubah konstitusi pada bulan April, namun rezim Kim Jong-un tidak pernah secara resmi merilis bahasa yang direvisi.

Amandemen konsitusi tersebut, sebagaimana diberitakan kantor berita Yonhap pada Kamis (11/7/2019), memberikan dasar hukum baru pada status Kim sebagai "pemimpin tertinggi" Korea Utara dan dapat membantu menormalkan interaksinya dengan para pemimpin dunia lainnya.

Tugas mewakili negara itu sebelumnya diperuntukkan bagi Ketua Presidium Majelis Rakyat Tertinggi, posisi yang diisi oleh pembantu Kim Jong-un, Choe Ryong-hae, pada bulan April.

Perubahan itu adalah contoh terbaru dari upaya Kim Jong-un untuk menetapkan Korea Utara sebagai negara normal yang dapat dipercaya dengan senjata nuklir dan beroperasi bebas dari sanksi internasional. Pemimpin yang pernah mengisolasi diri itu telah mengadakan 15 pertemuan dengan para kepala negara dan pemerintah sejak perjalanan luar negeri pertamanya pada Maret 2018.

Menjadi kepala negara akan menjadikan Kim Jong-un memiliki protokol yang setara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Vladimir Putin Rusia dan Xi Jinping China dalam setiap pertemuan puncak atau KTT dan pembicaraan perjanjian.

Trump dan Kim sepakat untuk memulai kembali perundingan tentang denukliriasi Korea Utara ketika kedua pemimpin itu bertemu untuk yang ketiga kalinya di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea awal bulan ini.

Koleksi gelar Kim yang semakin meningkat telah ditafsirkan sebagai bukti bahwa dia telah menangkis setiap ancaman potensial dan menyelesaikan transfer kekuasaan yang dimulai setelah ayahnya Kim Jong-il meninggal dunia pada 2011. Pendiri Korea Utara yang juga kakek Kim Jong-un, Kim Il-sung, adalah anumerta bernama presiden abadi negara Korut.

Rachel Minyoung Lee, seorang analis NK Pro yang berbasis di Seoul, mengatakan bahwa kekhawatiran tentang bagaimana langkah untuk meningkatkan status Kim Jong-un akan terlihat segera setelah kegagalan KTT dengan Trump telah membuatnya untuk mempublikasikan langkah tersebut melalui Naenara, sebuah outlet yang diarahkan bagi audiensi asing.

"Pertanyaan sejuta dolar adalah mengapa media domestik tidak pernah mengungkapkan rincian revisi konstitusi," kata Lee. "Ini menunjukkan ada sensitivitas rumah tangga."
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Dipantau Kim Jong-un,...
Dipantau Kim Jong-un, Korea Utara Simulasikan Serangan Balik Nuklir
Kim Jong-un: Korea Utara...
Kim Jong-un: Korea Utara Harus Siap Menduduki Korea Selatan
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua, Unjuk Kekuatan Kim Jong-un
Korut Kritik AS yang...
Korut Kritik AS yang Bolehkan Korsel Kembangkan Rudal Sesukanya
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Berita Terkini
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
6 menit yang lalu
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
32 menit yang lalu
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
4 jam yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
5 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
6 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved