Apa Itu Program Nuklir Iran Serta Apa Maunya AS dan Israel? Ini Penjelasannya

Jum'at, 11 April 2025 - 10:12 WIB
loading...
Apa Itu Program Nuklir...
AS dan Iran akan mengadakan perundingan pada hari Sabtu (12/4/2025) untuk mencoba mencapai kesepakatan baru atas program nuklir Iran yang kontroversial. Foto/Screenshot video ABC News
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dan Iran akan mengadakan perundingan pertama dalam beberapa tahun pada hari Sabtu (12/4/2025) untuk mencoba mencapai kesepakatan baru atas program nuklir Iran yang kontroversial.

Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir sebelumnya antara Iran dan negara-negara besar dunia pada tahun 2018, dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi, yang membuat Iran marah.

Sekarang, Trump telah memperingatkan akan melakukan aksi militer terhadap Iran jika perundingan hari Sabtu di Oman mengalami kegagalan.

Mengapa Iran Tak Diizinkan Memiliki Senjata Nuklir?


Iran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.

Baca Juga: Ancaman Serang Iran Serius, Kapal Induk Nuklir AS Kedua Tiba di Timur Tengah

Iran bersikeras tidak mencoba mengembangkan senjata nuklir, tetapi banyak negara— serta pengawas nuklir global, Badan Energi Atom Internasional (IAEA),—tidak yakin.

Kecurigaan tentang niat Iran muncul ketika negara itu diketahui memiliki fasilitas nuklir rahasia pada tahun 2002.

Hal ini melanggar perjanjian yang disebut Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), yang telah ditandatangani Iran dan hampir semua negara lain.

NPT memungkinkan negara-negara menggunakan teknologi nuklir nonmiliter—seperti untuk pengobatan, pertanian, dan energi—tetapi tidak mengizinkan pengembangan senjata nuklir.

Seberapa Maju Program Nuklir Iran?


Sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir yang ada—yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau JCPOA—pada tahun 2018, Iran telah melanggar komitmen utama, sebagai balasan atas keputusan untuk memberlakukan kembali sanksi.

Menurut BBC, Iran telah memasang ribuan sentrifus canggih (mesin pemurnian) untuk memperkaya uranium, sesuatu yang dilarang oleh JCPOA.

Senjata nuklir membutuhkan uranium yang telah diperkaya hingga kemurnian 90%. Di bawah JCPOA, Iran hanya diizinkan memiliki hingga 300 kg (600 pon) uranium yang diperkaya hingga 3,67%—cukup untuk tenaga nuklir sipil dan tujuan penelitian tetapi tidak untuk bom nuklir.

Namun pada Maret 2025, IAEA mengatakan Iran memiliki sekitar 275 kg uranium yang telah diperkaya hingga kemurnian 60%. Secara teoritis itu cukup untuk membuat sekitar setengah lusin senjata, jika Iran memperkaya uranium lebih lanjut.

Pejabat AS mengatakan mereka yakin Iran dapat mengubah uranium itu menjadi bahan yang cukup untuk membuat satu bom hanya dalam waktu seminggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved