Penyelundupan Ilegal di Perbatasan Korea Utara dan China Picu Tragedi Kemanusiaan

Jum'at, 11 April 2025 - 14:55 WIB
loading...
Penyelundupan Ilegal...
Penyelundupan ilegal di perbatasan Korea Utara dan China memicu tragedi kemanusiaan. Foto/Wikipedia
A A A
PYONGYANG - Sebuah insiden tragis baru-baru ini menguak kembali praktik penyelundupan ilegal antara Korea Utara dan China yang selama ini luput dari sorotan dunia internasional.

Kapal kargo Korea Utara yang diduga terlibat dalam ekspor batu bara ilegal tenggelam usai bertabrakan dengan kapal China di Laut Barat Korea beberapa waktu lalu. Akibat kecelakaan tersebut, hampir 20 awak kapal Korea Utara diperkirakan tewas.

Pemerintah Korea Utara dan China hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini. Dugaan kuat muncul bahwa kedua negara enggan mengakui kejadian tersebut karena dapat membuka fakta mengenai pelanggaran terhadap sanksi Dewan Keamanan PBB.

“Diamnya kedua negara menunjukkan bahwa mereka ingin menghindari pengakuan bahwa ada pelanggaran sanksi internasional yang terjadi,” ujar Byung-kwan Park, Peneliti Senior di Institute for National Security Strategy (INSS), kepada Sindonews pada Jumat (11/4/2025).

Menurut Park, penyelundupan ilegal antara Korea Utara dan Tiongkok bukanlah hal baru. Bahkan setelah PBB memperketat sanksi terhadap Korea Utara pada tahun 2017, Korea Utara tetap melanjutkan penyelundupan batu bara, minyak bumi, dan hasil laut melalui China.

Pada tahun 2018, citra satelit menangkap kapal-kapal Korea Utara melakukan transfer ilegal minyak mentah dari kapal ke kapal di lepas pantai China. Pada tahun 2019, dilaporkan bahwa sejumlah besar batu bara Korea Utara masuk ke pelabuhan-pelabuhan China.

Baca Juga: Adik Kim Jong-un: Tak Peduli dengan AS, Status Korut Negara Bersenjata Nuklir Tak Bisa Dibatalkan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved