Kim Jong-un: Korea Utara Harus Siap Menduduki Korea Selatan

Sabtu, 10 Februari 2024 - 07:32 WIB
loading...
Kim Jong-un: Korea Utara...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memberikan panduan lapangan di pabrik senjata besar. Foto/KCNA/REUTERS
A A A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menegaskan Pyongyang harus bersiap merebut wilayah Korea Selatan jika terjadi keadaan “darurat”.

Dalam pidatonya yang memperingati 76 tahun berdirinya Angkatan Darat Korea Utara pada Jumat (9/2/2024), Kim memuji militer karena “dengan tegas melindungi kedaulatan dan martabat negara dari ancaman militer imperialis, pemerasan, dan risiko perang.”

Mengomentari hubungan yang semakin tegang dengan Seoul, pemimpin Korea Utara tersebut mengatakan negaranya telah “meringkas sejarah perpecahan dan konfrontasi rakyat kita dan mendefinisikan boneka Korea Selatan sebagai musuh Pyongyang yang paling berbahaya dan tidak dapat diubah.”

Dengan latar belakang ini, Kim menyatakan, “Jika terjadi keadaan darurat, para pembuat kebijakan Korea Utara telah membuat keputusan nasional untuk menduduki dan menenangkan wilayah (Korea Selatan).”

Peringatan ini muncul setelah pemimpin Korea Utara tersebut mengesampingkan reunifikasi antara Pyongyang dan Seoul pada akhir Desember, dengan alasan kedua negara bertetangga tersebut menganut prinsip-prinsip yang bertentangan secara diametral.

Bulan lalu, Kim juga meminta parlemen nasional menyebut Korea Selatan sebagai “negara musuh nomor satu.”

Pyongyang dan Seoul tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian setelah berakhirnya Perang Korea tahun 1950-1953, yang membagi semenanjung tersebut, dan ketegangan masih tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Indonesia-Korea Bersinergi...
Indonesia-Korea Bersinergi Bangun Ekosistem Webtoon Global
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Mulai...
Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Kejagung, Hotman Paris: Sebagai Tersangka
Daftar di Maganghub,...
Daftar di Maganghub, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Buka Lowongan Magang Nasional 2026
Don Ritto Bungkam saat...
Don Ritto Bungkam saat Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Penampakannya
Berita Terkini
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved