7 Mata-mata Cantik yang Pernah Gemparkan Dunia

Sabtu, 29 Juni 2019 - 06:38 WIB
A A A
Pada 1575, Catherine de 'Medici bersekongkol dengan putranya Henry III, di mana ia menginstruksikan Charlotte untuk merayu saudara raja; Francois Navarre dan putra bungsu raja; Duke of Alencon, dengan tujuan memancing permusuhan antara kedua pemuda itu, sehingga mereka tidak akan bersekongkol bersama di masa depan.

Charlotte kemudian menjadi wanita simpanan Duke of Alencon, menciptakan perselisihan antara Navarre dan Alencon, teman dekat yang kemudian berseteru.

Menurut memoar Marguerite; “Charlotte de Sauve memperlakukan mereka berdua (Francois Navarre dan Duke of Alençon) sedemikian rupa sehingga mereka menjadi sangat cemburu satu sama lain, sampai-sampai mereka lupa ambisi mereka, tugas mereka dan rencana mereka dan tidak memikirkan apa pun, tapi mengejar wanita ini".

3. Liu Hulan (1932–1947)
7 Mata-mata Cantik yang Pernah Gemparkan Dunia
Foto/smashinglists.com
Dia adalah mata-mata wanita muda yang cantik selama Perang Sipil China antara Kuomintang dan Partai Komunis. Dia lahir di desa Yunzhouxi, di Distrik Wenshui di Provinsi Shanxi.
Dia bergabung dengan Partai Komunis pada tahun 1946 dan kemudian bergabung dengan sebuah asosiasi perempuan yang bekerja untuk mendukung Tentara Pembebasan. Dia secara aktif terlibat dalam mengorganisir penduduk desa Yunzhouxi untuk mendukung Partai Komunis China.
Kontribusinya melibatkan berbagai kegiatan, seperti memasok makanan ke Tentara Pembebasan Kedelapan, menyampaikan pesan rahasia, dan memperbaiki sepatu bot dan seragam.

Kehidupan dan kematian Liu Hulan telah menjadi simbol keberanian orang-orang China, dan sering disebut sebagai homili kesetiaan mereka kepada Komunisme. Kisahnya sering diceritakan sebagai penghormatan bagi perjuangan dan pengorbanan yang dibuat untuk tujuan membebaskan China dari kekuasaan asing selama berabad-abad.

4. Violette Szabo (26 Juni 1921 - 5 Februari 1945)
7 Mata-mata Cantik yang Pernah Gemparkan Dunia
Foto/smashinglists.com
Dia adalah agen rahasia Inggris selama Perang Dunia Kedua. Ia dilahirkan sebagai Violette Reine Elizabeth Bushell di Paris, Prancis pada 26 Juni 1921. Ia anak kedua dari seorang Ibu Prancis dan seorang ayah sopir taksi Inggris, yang telah bertemu selama Perang Dunia I.

Keluarga itu pindah ke London dan ia bersekolah di Brixton sampai usia 14 tahun. Pada awal Perang Dunia Kedua, ia bekerja di department store Bon Marché di Brixton di konter parfum.

Violette bertemu dengan Etienne Szabo, seorang perwira Prancis keturunan Hongaria, pada parade Hari Bastille di London pada tahun 1940. Mereka menikah pada 21 Agustus 1940 setelah menjalin cinta 42 hari. Saat itu Violette berusia 19 tahun dan Etienne berusia 31 tahun.

Tak lama setelah kelahiran anak tunggal mereka, Tania, Etienne meninggal karena luka dada dalam Pertempuran El Alamein pada Oktober 1942. Dia belum pernah melihat putrinya.

Kematian Etienne-lah yang membuat Violette—setelah bergabung dengan Auxiliary Territorial Service pada tahun 1941—memutuskan untuk menawarkan jasanya kepada Eksekutif Operasi Khusus Inggris (SOE).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1447 seconds (11.97#12.26)